Agen Laku Pandai Tumbuh di Masa Pandemi Covid19

Al Imran | Jumat, 11-03-2022 | 21:26 WIB | 369 klik | Nasional
<p>Agen Laku Pandai Tumbuh di Masa Pandemi Covid19<p>

Tangkapan layar media breifing OJK tentang Laku Pandai yang disampaikan oleh Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Teguh Supangkat, secara daring, Jumat.

PADANG (11/3/2022) - Kemajuan teknologi informasi telah memicu pertumbuhan agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif) yang sudah tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Laku Pandai juga telah memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat dalam memudahkan transaksi keuangan di masa Pandemi Covid19.

"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total agen per Desember 2021 sebanyak 1.450.957, naik signifikan jika dibandingkan data per November 2021 sebanyak 1.241.529," ungkap Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Teguh Supangkat, dalam media briefing, Jumat sore.

Dijelaskan Teguh, pada Desember 2021, jumlah agen individu sebanyak 1.418.349, sementara per November 2021 sebanyak 1.224.062. Kemudian, 32.608 di antaranya adalah agen berbadan hukum per Desember 2021, dimana per November 2021 masih sebanyak 17.467.


"Tingkat kebutuhan masyarakat terhadap transaksi perbankan, sudah mulai tinggi. Apakah itu di daerah yang tidak terjangkau bank, di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Ketika tersedia layanan perbankan yang dekat dengan masyarakat, maka masyarakat memanfaatkan itu sehingga menyebabkan terjadinya pertumbuhan agen Laku Pandai," ungkap Teguh.

Selain itu, terang Teguh, kebijakan pemerintah yang menyalurkan program pemerintah yang melalui agen laku pandai di masa pandemi, juga jadi salah satu faktor pemicu pertumbuhan agen.

"Kini, kalau ada warung, pemiliknya bisa jadi agen Laku Pandai salah satu perbankan. Selain jualan, penjual bisa dapat fee dari bank dari transaksi perbankan yang dilakukan melalui Laku Pandai," ungkap Teguh tentang kemudahan jadi agen Laku Pandai dewasa ini.

Walaupun begitu, Teguh menyebut, OJK tidak mematok target pertambahan jumlah agen Laku Pandai di 2022 ini. "Ini murni bisnis perbankan. Bank memiliki target dan aturan sendiri soal agen Laku Pandai," ungkapnya.

"OJK mencatat, setidaknya ada 35 bank yang ikut dalam laku pandai saat ini," tambah Teguh.

Untuk memaksimalkan Laku Pandai, OJK menerbitkan Peraturan OJK (POJK) No.19/POJK.03/2014. POJK ini, merupakan revisi dari POJK No.19/POJK.03/2014 tentang Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Penerbitan POJK ini dilatarbelakangi oleh terdapatnya kebutuhan untuk menyesuaikan pengaturan dengan perkembangan kondisi perbankan serta regulasi yang terkait dengan penyelenggaraan Laku Pandai; optimalisasi Laku Pandai dalam mendukung penyaluran program pemerintah antara lain bantuan sosial secara nontunai dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan Laku Pandai.

Melalui penerbitan POJK ini, Bank diharapkan dapat terus mengembangkan penyelenggaraan Laku Pandai ke depan. Namun bukan hanya bank, agen Laku Pandai juga bisa bekerja sama dengan usaha mikro dan kerja sama lainnya.

Setidaknya terdapat tujuh pokok perubahan ketentuan aturan Laku Pandai, yakni pertama menyederhanakan klasifikasi agen dengan harapan dapat mendukung percepatan cakupan pengembangan layanan agen, dan kedua adalah penyesuaian karakteristik basic saving sccount (BSA) dan kredit mikro untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Kemudian yang ketiga yaitu penyesuaian skema kerja sama agen Laku Pandai agar bank dapat mewakili agen untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan lain, misalnya terkait perusahaan asuransi, serta keempat adalah kerja sama agen laku pandai dengan kelompok usaha bank (KUB).

Pokok perubahan yang kelima, pemanfaatan perangkat elektronik dalam proses customer due diligence (CDD), sehingga nantinya verifikasi nasabah dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Selanjutnya yang keenam adalah perubahan pengaturan penggunaan pihak ketiga untuk mendukung operasional agen, dan ketujuh yaitu terkait pelaporan yang menetapkan sistem informasi menjadi lebih efisien. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar