Lima Warung di Aset PT KAI Dibongkar, Erman: Akan Dibangun Musholla

Al Imran | Senin, 14-03-2022 | 20:43 WIB | 373 klik | Kota Bukittinggi
<p>Lima Warung di Aset PT KAI Dibongkar, Erman: Akan Dibangun Musholla<p>

Tim Gabungan dari Polda Sumbar, Polres Bukittinggi dibantu Satpol PP Bukittinggi, membongkar lima kios yang berdiri di atas aset PT KAI, Senin. (hamriadi)

BUKITTINGGI (14/3/2022) - Tim Gabungan dari Polda Sumbar, Polres Bukittinggi dibantu Satpol PP Bukittinggi, membongkar lima kios yang berdiri di atas aset PT KAI, Senin. Pembongkaran ini dilakukan selain melanggar aturan, kios itu juga diketahui difungsikan untuk warung tempat minum minuman keras yang meresahkan warga.

"Pembongkaran ini dilakukan karena pengguna bangunan, tidak memanfaatkan bangunan sesuai perjanjian dan menjual minuman keras. Hal ini tentu menyalahgunakan izin yang diberikan," ungkap Humas PT KAI Divre II Sumbar, Erlangga Budi L.

Sebelum penertiban, telah dilakukan negosiasi dengan penyewa serta telah dilayangkan surat peringatan. "Surat peringatan 1, 2 dan 3 sudah diberikan sejak 2 bulan lalu," terangnya.


"Hari ini kita lakukan pembongkaran di lima titik kios itu. Dua di jalan Syech Arrasuli Tengah dan tiga titik di Jalan Kehutanan Pasar Bawah. Total ada lima yang ditertibkan," tegasnya.

"Ini lahan disewakan dan disalahgunakan peruntukkannya untuk menjual minuman keras. Sesuai arahan Wali Kota Bukittinggi, melalui surat yang kami terima dan survei yang kami lakukan, memang ada kegiatan penjualan Miras di sini. Sehingga, kami lakukan langkah-langkah penertiban," jelasnya.

Dijadikan Tempat Ibadah

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi mengajukan kepada PT KAI warung yang dibongkar itu diganti fungsinya jadi tempat ibadah.

"Pemko akan mengajukan untuk mengganti fungsinya jadi mushola, agar warga di sekitaran itu tak lagi jauh untuk beribadah," ujar Erman.

Sementara, Emi, warga sekitar, mengapresiasi upaya pembongkaran warung tuak ini. Karena aktifitas yang dilakukan di kios itu, memang mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat.

"Hampir setiap malam cukup ramai di wilayah ini, untuk kegiatan yang negatif, mabuk-mabukan, nyanyi-nyanyi dengan keras. Kami tentunya terganggu. Dengan pembongkaran ini, kami apresiasi dan berterima kasih pada Pemko Bukittinggi serta PT KAI," ungkap Emi.

Emi juga mendukung, jika nantinya setelah bangunan ini dibongkar akan dibangun mushalla.

"Kami bersyukur dan semoga terwujud. Semakin dekat kami pergi shalat," tambahnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah