Kejari Pasaman Barat Hentikan Penuntutan Pengupak Toko Ponsel, Ini Alasannya

Al Imran | Selasa, 15-03-2022 | 18:12 WIB | 177 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Kejari Pasaman Barat Hentikan Penuntutan Pengupak Toko Ponsel, Ini Alasannya<p>

Kasi Intelijen Kejari Pasaman Barat, Elianto bersama tersangka, korban dan keluarga lainnya, dalam proses perdamaian di kantor Kejari di Simpang Empat, Selasa. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (15/3/2022) - Kejaksaan Negeri Pasaman Barat menghentikan proses penuntutan perkara pencurian dengan tersangka Abdul Rohim (22), berdasarkan kriteria restoratif justice. Diketahui, tersangka merupakan pelaku pencurian di Toko Riani Cell milik Irham pada 1 Januari 2022 lalu.

"Penghentian penuntutan karena sudah memenuhi kriteria untuk dilakukan restorative justice," ungkap Kepala Kejari Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana melalui Kasi Intelijen Elianto di Simpang Empat, Selasa.

Kriteria restoratif justice yang telah dipenuhi sehingga bisa dilakukannya penghentian penuntutan yaitu telah terjadinya perdamaian di antara tersangka dengan korban.


Kemudian, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Kemudian, ancaman pidana terhadap perbuatan tersangka, juga tidak lebih dari 5 tahun.

Korban dan pelaku, juga masih satu keluarga, sehingga juga tercipta perdamaian di antara kedua belah pihak dan keduanya saling memaafkan.

"Berdasarkan hal itu, untuk mencapai keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum serta untuk menciptakan keharmonisan di dalam masyarakat, maka dianggap perkara dari masing-masing mereka tersebut di atas lebih tepat untuk dilakukan penghentian penuntutan," ungkap Elianto.

Kejadian ini berawal saat Abdul Rohim pada 1 Januari 2022 sekitar pukul 13.00 WIB, melewati Toko Riani Cell milik Iram dengan sepeda motor merk Yamaha Vega New warna hitam miliknya. Kedai Irham yang merupakan paman kandung dari tersangka, tampak dalam keadaan tutup.

Selanjutnya, tersangka memarkirkan sepeda motor di belakang toko tersebut. Setelah itu tersangka berjalan ke samping dan melihat jendela toko dalam keadaan tidak tertutup rapat. Hanya diikat dengan tali nilon.

Melihat itu, tersangka menarik jendela tersebut hingga tali nilon terjatuh dan tersangka masuk ke dalam toko dengan melangkahi dinding bawah jendela yang tingginya sekira 30-50 centimeter.

Selanjutnya di ruangan tengah tersangka mengambil satu tas ransel merk polo warna hitam. Lalu, tersangka berjalan ke arah depan menuju etalase handphone dimana dari dalam etalase mengambil delapan unit handphone merk OPPO A16 warna perak angkasa.

Kemudian, dia juga meraup lima unit handphone merk OPPO A16 warna hitam kristal, satu unit handphone merk OPPO A53 warna hitam, 1 satu unit handphone merk OPPO A53 warna hijau muda, satu unit handphone merk Realme C25 warna biru air. Semuanya dimasukan ke ransel tersebut.

Selanjutnya, tersangka mengambil satu goni plastik warna putih di dapur dan memasukkan tas ransel berisi handphone ke dalam goni plastik tersebut.

Tidak itu saja, tersangka mengambil celengan berisi uang dari dalam lemari di ruang tamu dan dimasukkan kembali ke dalam goni plastik.

Lalu, tersangka berjalan masuk ke kamar dan menemukan dompet yang berisi uang kertas berjumlah Rp1 juta, empat buah cincin emas dan dimasukkan ke dalam saku celananya.

Tersangka kemudian kembali keluar melalui jendela dengan membawa barang-barang yang berhasil diambilnya menuju kebun milik masyarakat di Kecamatan Gunung Tuleh.

Pada saat di kebun tersebut, tersangka mengeluarkan uang kertas yang berada dalam celengan sebesar Rp1 juta dan menyimpannya di dalam kantong celana.

Tersangka lalu menyembunyikan goni plastik berisi tas dan handphone di dalam kebun tersebut, sedangkan uang tunai serta cincin emas dibawanya menuju rumah seorang warga, Afandi, dimana tersangka menumpang menginap di tempat tersebut.

Tersangka kemudian menyerahkan empat buah cincin tersebut kepada Afandi. Sedangkan uang tunai yang disimpan tersangka, digunakan sendiri dan yang masih tersisa sejumlah Rp546 ribu sampai tersangka berhasil ditangkap pada 7 Januari 2022 sekitar pukul 16.00 WIB di daerah Gunung Tuleh, tempat tersangka menyembunyikan barang yang diambil dari toko milik Irham.

Kemudian, tersangka beserta barang bukti diamankan ke Polsek Lembah Melintang untuk proses selanjutnya. Akibat dari perbuatan tersangka korban Irham mengalami kerugian sekitar Rp50 juta. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat