Satlantas Polres Bukititnggi Temukan 564 Pelanggaran, Kasat: e-Tilang melalui BRIVA Belum Diminati

Al Imran | Selasa, 15-03-2022 | 18:37 WIB | 177 klik | Kota Bukittinggi
<p>Satlantas Polres Bukititnggi Temukan 564 Pelanggaran, Kasat: e-Tilang melalui BRIVA Belum Diminati<p>

Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP Ghanda Novidiningrat Gunawan. (hamriadi)

BUKITTINGGI (15/3/2022) - Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bukittinggi menemukan 564 pelanggaran di Operasi Keselamatan Singgalang yang berlangsung selama 14 hari dari tanggal 1-14 Maret 2022.

"Pelanggaran paling dominan dilakukan pengendara roda dua, terutama terjadi menjelang hari libur dan hari libur," kata Kasat Lantas Polres Bukittinggi, AKP Ghanda Novidiningrat Gunawan, Selasa.

Dari keseluruhan pelanggaran itu, terangnya, penindakan dengan tilang berjumlah 201 kasus, pelanggaran dengan cara ditegur baik secara tertulis atau lisan sebanyak 363 kasus.


"Pelanggaran yang kita temukan tersebut ada yang tidak menggunakan helm, melawan arus, kebut-kebutan dan lagi viral maraknya pelanggaran overdimensi dan overload," ucapnya.

Disampaikan, proses penindakan bagi para pelanggar disesuaikan dengan prosedur, ada dibayar pada saat tanggal sidang dan melalui e-tilang.

"Kalau memang ingin langsung silakan dibayar di e-tilang dengan BRIVA di Bank BRI," ujarnya.

Ia menyebutkan, rata-rata mereka (para pelanggar-red) datang untuk sidang dengan menunggu hasil sidang baru membayarnya ke eksekutor (Kejaksaan).

"Untuk via BRIVA atau via e-tilang, masih sedikit masyarakat menggunakan jalur untuk pembayaran melalui elektronik tersebut," tuturnya.

Ia mengatakan, pelanggar yang rumahnya jauh dari Bukittinggi, misalnya dari Padang Panjang atau dari Payakumbuh, karena melakukan pelanggaran, mau tidak mau tetap harus dilakukan penindakan.

"Penindakan itu kita selektif saja. Apabila memang surat-surat kendaraan yang dijadikan barang bukti, jadi surat-suratnya kita jadikan barang bukti. Namun apabila tidak ada satu pun yang bisa dijadikan barang bukti, terpaksa kendaraan harus kita jadikan barang bukti," paparnya.

"Bilang memang kendaraannya kita jadikan barang bukti, itu jadi resiko dari para pelanggar kenapa berkendaraan tanpa membawa kelengkapan-kelengkapan sebagaimana mestinya," ucapnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Bukittinggi