Pengurus Komite 'Ancam' Siswa Bukittinggi, Erman Safar Pertanyakan Peran Gubernur Sumbar

Al Imran | Kamis, 17-03-2022 | 18:34 WIB | 366 klik | Kota Bukittinggi
<p>Pengurus Komite 'Ancam' Siswa Bukittinggi, Erman Safar Pertanyakan Peran Gubernur Sumbar<p>

Wako Bukittinggi, Erman Safar saat jadi inspektur upacara pada salah satu sekolah di kota itu, Senin lalu. (hamriadi)

BUKITTINGGI (17/3/2022) - Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar meminta pengurus komite tingkat SMA/sederajat di kota itu, menyurati pemerintahan provinsi untuk membantu operasional sekolah. Bukan dengan meminta sumbangan siswa dengan dalih iuran komite.

Dikatakan Erman, informasi yang diperolehnya, ada pengurus komite SMA/sederajat yang memberi pernyataan, iuran yang dipungut itu, digunakan untuk pembiayaan guru honor, membantu sebagian operasional sekolah, bahkan ada untuk perbaikan fisik bangunan sekolah.

"Baiknya, komite sekolah ketika ada keinginan untuk meningkatkan kualitas, ajukan proposal ke pemerintahan provinsi. Jangan meminta ke orang tua siswa," tegas Erman, di Bukittinggi, Kamis.


Penegasan Erman ini terkait subsidi iuran komite bagi pelajar SMA dan SMK sederajat di Kota Bukittinggi yang masih berlanjut. Beberapa hari terakhir, muncul edaran dari komite salah satu SMA Negeri di Bukittinggi, yang isinya meminta wali murid membayarkan segera iuran.

Dalam surat itu juga dituliskan, jika tidak membayar uang komite, pelajar bersangkutan tidak dapat mengikuti ujian.

"Pemprov Sumbar itu punya anggaran Rp 6 triliun lebih untuk tahun 2022 ini. Alangkah lebih baik, Pemprov lebih perhatikan masalah pendidikan ini," saran Ketua Partai Gerindra Bukittinggi ini.

"Saya pikir, komposisi untuk prioritas penggunaan anggaran, arah kebijakan dari kepala daerah dan negara ini jelas, bahwa memenuhi kebutuhan dasar itu paling penting, apalagi pendidikan. Pendidikan yang dimaksud seluruh elemen yang ada di dalamnya, guru, fasilitas sekolah, buku dan siswa," tambah dia.

"Salah satu tujuan negara kita ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini mesti kita prioritaskan, salah satu upaya tentu dengan dukungan anggaran. Kapan lagi kita maju, kalau perhatian untuk elemen pendidikan belum dimaksimalkan," jelasnya.

Untuk itu, Erman meminta gubernur Sumbar, untuk lebih memperhatikan kesejahteraan guru honor SMA dan seluruh elemen pendidikan lainnya.

"Jangan sampai dibebankan ke siswa untuk operasional sekolah. Dimana peran gubernur. APBD Provinsi Rp6 T lebih. Kenapa tidak bisa tingkatkan kesejahteraan guru honor, kenapa harus tetap dibebankan kepada siswa dengan instrumen iuran komite," tanya dia.

"Bukittinggi saja dengan APBD kecil bisa, kenapa Pemprov dengan anggaran besar tidak mampu," tutup Erman.

Pada tahun anggaran 2022 ini, Pemko Bukittinggi sudah menganggarkan bantuan keuangan khusus, untuk membantu pelajar agar tidak lagi membayar uang komite. Penerimanya, seluruh pelajar yang ber-KTP Bukittinggi. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah