Masjid Tablighiyah Garegeh Diresmikan, JK: Tiga Modal Sosial Orang Minang Perlu Dievaluasi

Al Imran | Sabtu, 19-03-2022 | 16:46 WIB | 250 klik | Kota Bukittinggi
<p>Masjid Tablighiyah Garegeh Diresmikan, JK: Tiga Modal Sosial Orang Minang Perlu Dievaluasi<p>

Ketua Umum PP DMI, HM Jusuf Kalla bersama Mahyeldi (gubernur Sumbar) tanda tangan prasasti peresmian Masjid Tablighiyah Garegeh, Koto Salayan, Bukittinggi, Jumat. (humas)

BUKITTINGGI (18/3/2022) - Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI), HM Jusuf Kalla resmikan Masjid Tablighiyah Garegeh, Koto Salayan, Bukittinggi, Jumat. Peresmian ini ditandai dengan Shalat Jumat perdana, sebagaimana peresmiannya pertama kali di 1970 silam.

Bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mantan Wapres RI ke-10 dan ke-12 itu juga sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali MDTA, Pondok Tahfiz, TK Assalam dan Gedung Serbaguna Tablighiyah.

"Modal sosial orang Minangkabau ada tiga yakni masjid, sekolah dan pasar. Menurut saya, ada yang perlu dievaluasi," terang Jusuf Kalla.


Dia melihat, tokoh agama asal Sumbar yang tampil di nasional sudah berkurang, sulit dicari. Saat ini, banyak orang Bugis yang ceramah di televisi. "Saya berharap, jangan hanya bangun masjid tapi juga harus disiapkan program-programnya," ujar Jusuf Kalla.

"Meski begitu, saya merasa bersyukur kepada Allah SWT, kecintaan pada masjid akan terus jadi bagian dari kehidupan masyarakat. Terbukti, bahwa kita semua bergotong-royong membangun masjid ini. Itulah harapan saya," lanjutnya.

Sementara, Mahyeldi menyampaikan apresiasinya, atas kesediaan Jusuf Kalla hadir ke Sumbar. Menurutnya, keberadaan masjid memang fundamental bagi orang Minangkabau, setiap suku di nagari juga punya masjid.

"Karena itu, Pemprov Sumbar juga telah menjadikan masjid sebagai pusat implementasi ABS-SBK, semoga bisa diikuti oleh kabupaten dan kota yang lain," harap Mahyeldi.

Sebelumnya, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar secara simbolis juga menyerahkan dana hibah Rp260 juta yang merupakan dana pokir anggota DPRD dan Rp740 juta dana program prioritas hibah wali kota Bukittinggi.

Selain itu juga diserahkan bantuan untuk MDTA Rp250 juta yang merupakan dana program prioritas hibah dan Rp200 juta dana Pokir DPRD Bukittinggi.

Secara khusus, Erman juga sampaikan terima kasih banyak pada Dra Hj Nurhelmi Djamaan dan keluarga besar, yang telah menyerahkan tanah untuk pembangunan masjid.

Kemudian, pada seluruh donatur pembangunan masjid yang juga pernah diresmikan shalat Jumat pertamanya di lantai II pada 20 Februari 1981 oleh Ketua MUI pertama RI, Buya Hamka.

Salah seorang putri Hj Nurhelmi Djamaan, Patra Rina Dewi mengatakan, tanah yang diwakafkan untuk pembangunan masjid sudah menjadi kesepakatan orangtuanya bersaudara.

"Tanah wakaf ini sudah kesepakatan Mama bersaudara, mengajak adik-adiknya bermufakat untuk menyerahkan tanah untuk pembangunan masjid. Hanya berharap Allah SWT, bukakan jalan menuju surga-Nya," kata Patra.

Selanjutnya, kegiatan peresmian dilanjutkan dengan Shalat Jumat berjamaah dengan Khatib Jumat oleh Buya Mas'oed Abidin dan Imam Sholat oleh Buya Mahyeldi.

Turut hadir, dalam kegiatan ini Kapolda Sumbar, Irjen Teddy Minahasa Putra, Sekdaprov Sumbar Hansastri, Aristo Munandar serta tokoh masyarakat Garegeh lainnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar