IKM Kabupaten Merangin Dikukuhkan, Mahyeldi: Jangan Lupa dengan Kampung Halaman

Al Imran | Minggu, 20-03-2022 | 22:17 WIB | 319 klik | Nasional
<p>IKM Kabupaten Merangin Dikukuhkan, Mahyeldi: Jangan Lupa dengan Kampung Halaman<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi resmikan Dewan Pengurus Daerah IKM (Ikatan Keluarga Minang) Kabupaten Merangin periode 2020-2025, di Hall Pemda Kabupaten Merangin, Jambi, Ahad. Mahyeldi ini mewakili Ketua Umum DPP IKM, Fadly Zon. (humas)

JAMBI (20/3/2022) - Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Al Haris (Gubernur Jambi) dihadiahi sepasang kurambiak saat menghadiri peresmian Dewan Pengurus Daerah IKM (Ikatan Keluarga Minang) Kabupaten Merangin periode 2020-2025.

Mewakili Ketua Umum DPP IKM, Fadly Zon, Mahyeldi yang juga Dewan Penasehat IKM melantik Handayani menggantikan dr Sapeleo sebagai Ketua DPD IKM Kabupaten Merangin beserta jajaran di Hall Pemda Kabupaten Merangin, Jambi, Ahad.

"IKM sebagai wadah pemersatu perantau Minangkabau dimanapun berada menjadi manifestasi atas pepatah dimana Bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Warga Minangkabau mampu bersatu dan bersinergi dengan baik bersama masyarakat perantauan," ungkap Mahyeldi usai pelantikan.


Sesuai dengan pepatah tersebut, terangnya, masyarakat Minangkabau terus bersatu dengan pemerintah daerah diamanapun berada. Bersama berkontribusi untuk membangun dan mengerahkan potensi yang ada untuk membantu pemerintah, sehingga ke depan semakin maju dan sukses.

"Meski begitu, tetap jangan lupa dengan kampung halaman," ujar Mahyeldi dalam sambutannya.

Dia berpesan, perantau Minangkabau yang senantiasa memegang teguh adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Tidak hanya hidup dengan falsafah itu, tetapi juga menghidupkannya di tengah-tengah masyarakat negeri perantauan.

"Kita harapkan falsafah adat basandi syarak, syarak mangato adat mamakai, dimana saja berada falsafah itu hidup dan dihidupkan di antara masyarakat setempat," kata dia.

Sementara, Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan, apresiasinya pada masyarakat perantau dan keturunan Minangkabau yang selama ini, telah turut berkontribusi dalam membangun Provinsi Jambi. Ia juga menuturkan rencana untuk melakukan kunjungan dalam rangka napak tilas Sungai Batanghari yang hulunya berada di wilayah Sumbar.

"Sebanyak 17% dari Sungai Batanghari, yang menjadi sumber air bagi masyarakat Jambi, berada di Sumatera Barat. Oleh karena itu, dalam rangka Kenduri Swarna Bumi Peradaban Sungai Batanghari, kami berencana melakukan napak tilas ke Kabupaten Solok, Solok Selatan dan Dharmasraya, yang merupakan hulu aliran Sungai Batanghari," ungkap Al Haris.

Apresiasi tinggi juga diberikan Bupati Merangin, Mashuri. Ia mengatakan, selama musim pandemi Covid19, pihaknya berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi salah satunya berkat kontribusi masyarakat Minangkabau di sana.

"Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan pada masyarakat Minangkabau atas kontribusinya menjaga pertumbuhan ekonomi selama pandemi di Merangin. Kita tahu pada umumnya orang Minangkabau di sini umumnya bergerak di sentra perdagangan dan juga jasa yang tentu memberikan sumbangan besar bagi perputaran roda ekonomi kita di Kab. Merangin," kata Mashuri.

Dia berharap, ke depan sinergisitas yang telah terbangun selama ini dengan IKM, dapat terus dipertahankan dan semakin kompak dalam membangun Kabupaten Merangin.

Kerambit adalah pisau genggam kecil berbentuk melengkung yang digunakan pendekar di Minangkabau, dan tersebar ke Indonesia, Malaysia. Negara Barat menyebut pisau ini kerambit, sedangkan di Minangkabau disebut kurambik, karambik, kurambiak/karambiak.

Senjata ini termasuk senjata berbahaya karena dapat digunakan menyayat maupun merobek anggota tubuh lawan secara cepat dan tidak terdeteksi.

Dikesempatan itu, tampak hadir pula, Wakil Wali Kota Sawahlunto, Zohirin Sayuti, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, anggota DPRD Provinsi Jambi dan Kabupaten Merangin, Pengurus DPP IKM Pusat, DPW IKM Jambi, tokoh-tokoh adat serta utusan berbagai Paguyuban Minangkabau dari berbagai daerah lainnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar