Layanan Digital Bank Nagari Rambah Entitas Bisnis hingga Masjid dan Mushalla

Al Imran | Jumat, 25-03-2022 | 21:06 WIB | 529 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Layanan Digital Bank Nagari Rambah Entitas Bisnis hingga Masjid dan Mushalla<p>

Seorang pengunjung Cafe Bilqis, memanfaatkan layanan QRIS yang tersedia di kasir.

PADANG (25/3/2022) - Menikmati terbenamnya matahari dari Gunung Padang sembari menikmati aneka kudapan yang tersedia di Cafe Bilqis, jadi pilihan penulis spesialis biografi, Fajar Rusvan bersama tiga rekan, Selasa (22/3/2022) sore.

Setelah memesan penganan yang diinginkan plus air kelapa muda sebagai pelepas dahaga, di antara mereka terlibat pembicaraan serius. Adzan Magrib, kemudian membatasi pembicaraan atas sejumlah rencana yang akan digagas. Beruntung, pembicaraan juga telah tuntas.

Tagihan pun diminta ke pramusaji cafe yang menghadap ke Pulau Pisang Gadang dan gugusan pulau-pulai kecil lainnya di perairan laut Kota Padang itu. Selesai shalat magrib di cafe yang dilengkapi mushalla itu, rombongan bergegas ke arah kasir.


"Bisa membayar pakai sistem non tunai di sini ya. Ada logo QRIS-nya," ungkap dosen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unand, Dr Zaiyardam Zubir, rekan diskusi Fajar Rusvan di sore itu.

"Iya, pak. Kita juga menerima pembayaran non tunai. Bisa melayani transaksi non tunai dari Bank Nagari dan bank nasional lainnya," kata Lala, menjawab tanya.

Pengelola Cafe Bilqis, Riki mengungkapkan, transaksi secara tunai masih mendominasi di cafenya itu. Namun, juga ada yang memanfaatkan pembayaran non tunai dengan QRIS ini.

"Pembayaran non tunai ini, tersedia sejak Pandemi Covid19 mulai menyebar hingga ke Padang. Ini merupakan bentuk layanan ke pelanggan yang tak ingin kontak fisik terlalu sering dengan orang lain. Secara umum, pengguna layanan QRIS ini kelas menengah kota," ungkap Riki seputar layanan QRIS yang disediakannya.

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia, agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Cara menggunakan QRIS, merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya.

Untuk Sumatera Barat, pengguna pembayaran digital QRIS terus mengalami peningkatan merujuk volume dan nominal transaksi. Per Desember 2020, transaksi dengan QRIS mencapai angka 37.875 kali dengan total nominal transaksi sebesar Rp3,28 miliar.

"Hingga akhir Oktober 2021, volume transaksi QRIS mencapai 320.659 transaksi dengan total nominal transaksi Rp13,25 miliar," ungkap Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama A, dalam rilis pers, 4 November 2021 lalu.

Sebagian transaksi, kata Wahyu, berasal dari merchant usaha kecil yang memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 66 persen dari segi volume transaksi dan 35 persen dari segi nominal transaksi.

Nagari GAUL

Sebagai bank berpredikat sangat bagus selama 5 tahun per Desember 2016-2020 (Golden Trophy) pada Infobank Award 2021 yang diserahkan 9 September lalu, manajemen Bank Nagari juga terus berupaya mengembangkan produk digital yang dimilikinya.

Salah satu inovasi yang dilahirkan di awal tahun 2022 ini, yakni layanan digital dengan nama Nagari GAUL (Gampang, Aman, Untung, Lancar).

Untuk menambah layanan ke nasabah, ungkap Direktur Keuangan Bank Nagari, Sania Putra pada media, 16 Februari 2022 lalu, Bank Nagari juga memperkuat layanan digital dengan meningkatkan beberapa fitur termasuk melakukan up-grade terhadap mobile banking dan Nagari Cash Management (NCM).

Layanan Nagari Mobile Banking adalah sebuah sistem layanan dari Bank Nagari untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh nasabah melalui perangkat mobile berbasis GSM atau CDMA.

Menu yang tersedia di layanan ini yakni Informasi Saldo, history transaksi, informasi dan transfer. Selanjutnya, pembayaran semua tagihan seperti listrik, air, telepon, TV kabel, iuran BPJS, PBB, uang kuliah dan lainnya. Kemudian, pembelian multy biller seperti token listrik, pulsa HP, paket data dan lainnya.

Sania mengungkapkan, nantinya akan banyak fitur-fitur baru dimana nasabah bisa melakukan transaksi sendiri baik untuk menambah rekening, memblokir kartu, transaksi-transaksi pembayaran seperti Dana, OVO, Gopay dan lainnya.

Sebelumnya, Bank Nagari juga meluncurkan Layanan Call Center dengan nama Nagari Call 150234. Layanan ini merupakan salah satu bentuk bagaimana memberikan kemudahan bagi seluruh nasabah Bank Nagari dalam mendapatkan informasi.

Untuk layanan transaksi, Bank Nagari sudah mengembangkan ATM giro khususnya giro perorangan yang bisa melakukan penarikan melalui kartu ATM giro di mesin ATM Bank Nagari.

Selanjutnya, dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintahan daerah di Sumatera Barat, Bank Nagari juga terus memperluas layanan digitalnya melalui implementasi N-Retribusi, baik itu untuk pajak daerah, objek wisata, KIR kendaraan dan penerimaan daerah lainnya.

"Bank Nagari siap untuk mengembangkan transaksi digital yang dibutuhkan Pemda dan dibekali dengan suatu dashboard aplikasi yang bisa dipantau secara realtime oleh pemangku kepentingan di dareah seperti kepala daerah dan OPD terkait," tuturnya.

Digitalisasi Potensi Masjid

Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari juga menghadirkan aplikasi donasi untuk masjid dan musholla dengan menggunakan QRIS dalam sebuah aplikasi, Nagari Digital Masjid (NDM). Aplikasi ini sudah bisa diunduh di playstore melalui gawai berbasis android.

Dalam pernyataan tertulisnya 21 Maret 2022, Dirut Bank Nagari, Muhammad Irsyad mengungkapkan, UUS Bank Nagari telah mendapat kepercayaan dari pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumatera Barat beserta pengurus masjid dan mushala lainnya sebagai bank tempat pengelolaan keuangan mereka.

"Alhamdulillah, ada sekitar 4 ribu lebih masjid dan musholla di Sumbar yang mempercayakan Bank Nagari untuk melakukan pengelolaan keuangannya dengan total saldo Rp34 miliar lebih," sebut Irsyad.

Pernyataan itu disampaikan Irsyad pada pertemuan silaturahmi dengan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat DMI, HM Jusuf Kalla, di Masjid Raya Sumbar. Juga hadir dikesempatan itu, Sekretaris Daerah Sumbar, Hansastri, Ketua PW DMI Sumbar, Duski Samad, Pengurus DMI seluruh Sumbar dan direksi Bank Nagari beserta jajaran.

Dikatakan, salah satu tantangan dalam mengembangkan ekosistem syariah adalah masih rendahnya literasi dan inklusi tentang ekonomi dan keuangan syariah tersebut.

Aplikasi NDM telah dilengkapi dengan fitur barcode QRIS sehingga bisa membantu masjid dalam mengelola keuangan mereka. "Dengan fitur itu, masyarakat dapat membayar infaq dan sedekah secara non tunai melalui mobile banking atau sarana bayar digital lainnya yang adanya QRIS," ungkap dia.

"Melalui aplikasi NDM, masyarakat yang berada di Sumbar maupun yang di perantauan bisa dengan mudah berinfaq dan sedekah ke masjid atau musholla yang ingin ditujunya di kampung halaman," tambah dia.

Selain itu, aplikasi NDM ini juga memuat informasi terkini seputar masjid dan mushala seperti foto masjid, fasilitas, legalitas, posisi keuangan, lokasi berbasis GPS, dan kegiatan masjid atau musholla baik religi, sosial, dan lainnya.

Kerja keras Bank Nagari merambah pasar digital, sepertinya membuahkan hasil positif. Produk dan layanan digital UUS Bank Nagari, meraih ranking pertama digital brand untuk kategori Asset Rp2,5 triliun sampai Rp5 triliun.

Ini berimbas pada market share UUS Bank Nagari yang mencapai angka 35 persen dari seluruh perbankan syariah yang beroperasi di Provinsi Sumbar.

Teknologi User Friendly

Akademisi Fakultas Ekonomi Unand, Muhammad Fanny Alfarisi PhD menyarankan, digitalisasi yang akan dikembangkan Bank Nagari, teknologinya lebih ramah pengguna (user friendly).

Karena, saat ini, seluruh industri perbankan nasional, saling berlomba-lomba memanfaatkan digitalisasi ini dalam menggaet nasabah. Terutama generasi millenial.

"Walau Bank Nagari memiliki segmen pasar spesifik, tetap saja berinvestasi di teknologi ini harus terus dilakukan untuk menghadapi persaingan di masa depan," terang alumnus program S3 International Islamic University Malaysia itu. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar