Mahyeldi Lantik Pengurus Besar dan Daerah Paguyuban Warga Sunda Sumatera Barat

Al Imran | Minggu, 27-03-2022 | 17:39 WIB | 411 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mahyeldi Lantik Pengurus Besar dan Daerah Paguyuban Warga Sunda Sumatera Barat<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyerahkan pataka pada ketua pengurus terpilih Paguyuban Warga Sunda Sumatera Barat periode 2021-2025, Maman Sudarman, di auditorium gubernuran Sumbar, Ahad. (humas)

PADANG (27/3/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengapresiasi eksistensi serta kontribusi warga Sunda di Ranah Minang. Sebagai provinsi yang memiliki berbagai suku dan agama, terang dia, keberadaan Paguyuban Warga Sunda (PWS) jadi bagian penting sebagai tali pengikat dan payung pemersatu adat dan budaya bersama paguyuban lainnya.

Dia juga menyambut baik dan bangga, atas kontribusi warga Sunda di Sumatera Barat dalam rangka membangun daerah ini. Menurut Mahyeldi, keuletan dan kemahiran bertani warga Sunda sangat baik.

"Dibeberapa daerah, ada petani kita, yang justru banyak belajar dari warga Sunda yang ada di situ dan bahkan sudah menyatu. Sudah 'malakok' lah istilahnya," ujar Mahyeldi saat mengukuhkan Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Daerah (PD) PWS periode 2021-2025 di auditorium gubernuran Sumbar, Ahad.


Proses pengukuhan dilakukan dengan pembacaan sumpah, dilanjutkan pernyataan ikrar secara bersama-sama oleh pengurus yang dilantik serta penyerahan pataka oleh gubernur pada ketua pengurus terpilih, Maman Sudarman.

"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan selamat pada seluruh pengurus besar dan pengurus daerah PWS Sumbar yang sudah dilantik dan dikukuhkan," kata Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, momentum ini merupakan suatu keberagaman yang harus terus dirawat. Keberadaan warga Sunda, bukan suatu yang asing karena banyaknya kesamaan budaya, cara berpakaian, makanan, sehingga cepat untuk menyatu.

"Hal ini sudah terbukti sejak lama, bahkan Sumbar dan Jabar telah berkontribusi dalam menyambung nyawa NKRI melalui sosok Syafruddin Prawiranegara pada saat PDRI," sambung Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengintruksikan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, untuk menetapkan satu hari untuk penampilan budaya berbagai etnis yang ada di Sumbar. Harapannya, nilai budaya itu tetap terpelihara di Sumbar. Termasuk budaya Sunda.

Sementara, Ketua PWS Maman Sudarman menyampaikan pengukuhan pengurus besar dan pengurus daerah Paguyuban Warga Sunda (PWS) periode 2021-2025, mengusung tema dengan pengukuhan PWS ngajadikeun Sunda ngahiji keur ka hiji. Artinya, bisa menyatu dan menjadi nomor satu.

Kemudian, katara ayana, karasa manfaatna, yakni keberadaan PWS di Sumbar, benar-benar bisa dirasakan keberadaan dan manfaatnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah