Buku 17 Ulama Pewaris Nabi Dihadiahkan ke UAS, Zaiyardam: Saya Bahagia Sekali

Al Imran | Minggu, 27-03-2022 | 23:16 WIB | 292 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Buku 17 Ulama Pewaris Nabi Dihadiahkan ke UAS, Zaiyardam: Saya Bahagia Sekali<p>

Editor Buku '17 Ulama Pewaris Nabi,' Dr Zaiyardam Zubir (belakang. dua dari kanan) foto bersama pada Ustad Abdul Somad (UAS) dan Mahyeldi (gubernur Sumbar) dan lainnya, foto bersama usai ramah tamah dan silaturahmi, di auditorium gubernuran, Ahad malam.

PADANG (27/3/2022) - Editor Buku '17 Ulama Pewaris Nabi,' Dr Zaiyardam Zubir menghadiahkan buku yang dieditorinya bersama Ria Candra Pola, pada Ustad Abdul Somad (UAS) usai ramah tamah dan silaturahmi dengan Gubernur Sumbar, Mahyeldi beserta jajaran dan undangan lainnya, di auditorium gubernuran, Ahad malam.

"Sosok UAS, ada dalam buku yang covernya didesain Muhammad Zuchri Zayzda ini. Sungguh saya merasa terhormat, bisa menyerahkannya langsung ke tangan dai kondang yang sudah meraih gelar profesor itu. Bahagia sekali saya malam ini," ungkap Zaiyardam, usai penyerahan buku.

Untuk bisa menyerahkan langsung, Zaiyardam bersama sahabat, Sutrisno, mengikuti tabligh akbar UAS di Masjid Raya Sumbar, sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya tak bisa mendekat, karena puluhan ribu jemaah telah memadati masjid terbesar kebanggaan urang awak yang berlokasi di jantung Kota Padang itu.


"Karena berdesak-desakan, momennya saya nilai tak pas untuk menyerahkan buku. Berkat fasilitasi seorang adik, Jen Zuldi, saya diundang menghadiri jamuan makan malam sekaligus silaturahmi di auditorium gubernuran," ungkap Zaiyardam.

"Alhamdulillah, di akhir pertemuan, sekitar pukul 22.30 WIB, saya bisa menghadiahkan buku itu secara langsung ke tangan UAS. Buku ini juga dihadiahkan ke Gubernur Sumbar, Bapak Mahyeldi dan sejumlah tokoh lainnya," ungkap dosen Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas itu.

Buku setebal 336 halaman + xvi ini, merupakan karya 17 orang mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Sejarah Islam di Indonesia pada Jurusan Sejarah FIB Unand. Mata kuliah pilihan ini di tahun akademik 2018 itu, ternyata hanya diambil 17 orang mahasiswa.

Dengan alasan itu pula lah, '17 Ulama Pewaris Nabi' dijadikan judul buku. Karena, memang ada 17 orang penulisnya, sebagaimana dinukilkan Zaiyardam di kata pengantar.

Mereka yakni Dary Dedi Dwi Putra, Dewi Idah Yuliyanti, Fadila Maulina Sari, Irwan Saputra, Hairil Irsal, Peggy Indah Sukmawati, Khairul Haq, Muhammad Ihsan, Rahma Fitri Yanti, Resmi Nanda Ramitha, Rika Marnita, Rintan Neksa Astuti, Rivaldo, Roni Candra, Salsabila Miska Aulia dan Sirajul Uhad.

Sosok UAS dan ceramah-ceramahnya yang selalu diikuti di youtube bersama sang istri, diakui Zaiyardam telah membekas sangat dalam pada dirinya. Dosen yang oleh sejawatnya dikenal sebagai 'sosok keras kepala' ini mengaku, kehidupan dan cara berpikirnya jadi berubah 180 derajat.

"UAS itu tausyiahnya menggunakan bahasa sederhana. Berbagai anjurannya dalam beribadah, terasa mudah dipraktekan terutama oleh masyarakat awam," terang Zaiyardam.

"Berbagai tausyiah beliau yang saya ikuti di youtube, telah menjadikan saya sosok yang baru. Semoga makin banyak ummat yang terinspirasi untuk jadi insan yang lebih baik sesuai tuntutan syariat," tambah alumnus S1, S2 dan S3 Jurusan Sejarah UGM itu.

Saat menerima buku yang dicetak Minangkabau Press ini, Zaiyardam merasakan sosok ulama yang rendah hati dan tawadhu' itu, sangat teduh dan menyejukan.

"Saya tak bisa berkata-kata banyak saat bertemu langsung. Lidah terasa kelu. Tak banyak yang bisa katakan saat menyerahkan buku ini," terang Zaiyardam yang mengaku pecinta berat UAS.

Usai menerima buku di atas panggung auditorium gubernuran, kata Zaiyardam, UAS hanya berucap pendek. "Terima kasih bukunya, pak" kata Zaiyardam mengulang kalimat UAS.

Usai menyerahkan buku ke UAS, Zaiyardam langsung membagikan informasi tersebut kepada para penulis dan editor.

"Alhamdulillah, terimakasih banyak Pak Adam. Buku yang kami tulis sejak pertengahan tahun 2018 sebagai salah satu tugas kuliah, bisa sampai ke tangan Al-Ustadz. Tulisan tentang UAS adalah pembuka dari buku ini. Meski tidak memberikan secara langsung kepada beliau, tapi senangnya luar biasa. Masya Allah, tabarakallah. Terima kasih banyak, Pak. Allah sebaik-baik pembalas kebaikan," kata Ria Candra Pola.

"Masya Allah, walhamdulillah. Kabar malam yang luar biasa bahagia. Selamat untuk teman-teman yang ikut andil dalam penulisan buku ini. Bukunya sudah sampai ke tangah UAS, terutama Sirajul yang menulis tentang beliau. Barakallah," tambah Ria. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar