Suir Syam: Kenali Risiko Stunting dan Pahami Pencegahannya

Al Imran | Senin, 28-03-2022 | 18:32 WIB | 312 klik | Kota Padang Panjang
<p>Suir Syam: Kenali Risiko Stunting dan Pahami Pencegahannya<p>

Anggota Komisi IX DPR RI, dr Suir Syam Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar BKKBN Pusat di Asrama Kauman Muhammadiyah, Koto Katik, Padang Panjang Timur, Senin. (kominfo)

PADANG PANJANG (28/3/2022) - Anggota Komisi IX DPR RI, dr Suir Syam menilai, stunting terkadang masih luput dari perhatian orang tua dalam tumbuh kembang anak. Bahkan, sebagian orang saat ini masih ada yang belum memahami istilah tersebut.

Menurut dia, orang tua serta masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan stunting dan pengembangan karakter anak. Pencegahan stunting dan pengembangan karakter anak. diawali sejak masih dalam kandungan sampai lahir dan tumbuh.

"Artinya para orang tua harus merawat anak dengan baik. Mencukupi gizi dengan mengonsumsi makanan bergizi serta mengandung vitamin. Masyarakat harus lebih mengenal risiko stunting pada anak serta memahami cara pencegahannya sedari dini," ujar dr Suir Syam dalam acara Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar BKKBN Pusat di Asrama Kauman Muhammadiyah, Koto Katik, Padang Panjang Timur, Senin.


Mantan wali Kota Padang Panjang dua periode tersebut mengungkapkan, stunting dapat terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Yaitu, sejak anak masih di dalam kandungan, hingga anak berusia dua tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein.

Menurut Syuir Syam, apabila gizi anak tercukupi, maka stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak dapat dicegah. Sebab kondisi kekurangan gizi dapat berefek jangka panjang hingga anak berusia dewasa.

"Jika stunting ini dapat dicegah, dengan sendiri karakter anak pun dapat dibentuk dan tumbuh secara baik serta normal," ungkapnya.

Ia berharap, peserta sosialisasi dapat menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas. Sehingga, stunting dapat dicegah dan manusia unggul berkarakter dapat terwujud. Nanti pada tahun 2025-2035 yang merupakan fase puncak periode bonus demografi yang diidamkan bangsa Indonesia, dapat terwujud.

"Keluarga sehat, produktif, dan berkualitas adalah tujuan Program Bangga Kencana Menuju Indonesia Emas 2045 (100 Tahun Indonesia Merdeka). Anak-anak kita adalah masa depan bangsa ini. Untuk itu, mari kita selamatkan generasi penerus dengan pencegahan stunting serta membentuk karakter anak berkualitas," katanya.

Pada akhir kegiatan, Syuir Syam juga menggelar aksi bagi-bagi hadiah kepada peserta sosialisasi. Hadiah berupa alat kebutuhan kaum ibu seperti setrika, pemasak nasi elektronik, sepeda, televisi dan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Kesehatan Reproduksi KB/KR BKKBN, Syatrina Salim, Kepala BKKBN Provinsi yang diwakili, Rismiati, Kepala Dinsos PPKBPPA, Osman Bin Nur, camat dan lurah se-Kecamatan Padang Panjang Timur serta para kader KB. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar