Pasokan Solar Sudah Ditambah tapi masih Langka

Nevi: Tangkap Saja Truk Besar 'Minum' Solar Subsidi

Al Imran | Senin, 04-04-2022 | 15:39 WIB | 135 klik | Nasional
<p>Nevi: Tangkap Saja Truk Besar 'Minum' Solar Subsidi<p>

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina.

JAKARTA (4/4/2022) - Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina memperhatikan, perbedaan harga solar subsidi, sangat lebar dengan non subsidi. Pengawasan penyaluran solar subsidi di tingkat konsumen, juga lemah. Hal ini jadi pemicu kelangkaan di tengah masyarakat.

Semula, terang Nevi, Solar Dexlite dijual Rp9.700 per liter pada Januari 2022. Lalu naik jadi Rp12.400 per liter di Februari dan Maret kembali lagi naik jadi Rp13.250 per liter. Sehingga, mendorong pemilik kendaraan beralih membeli solar subsidi yang harganya relatif murah Rp5.150 per liter.

"Kebutuhan solar untuk wilayah Sumatera Barat, supply dari PT Pertamina sudah melebihi kuota. Di lapangan antrian panjang kendaraan mestinya tidak terjadi. Aparat penegak hukum sudah bertindak tegas karena truk pertambangan dan industri diduga masih memborong solar subsidi," ungkap Nevi, Senin.


Seharusnya, terang dia, yang dapat subsidi kendaraan roda 6 ke bawah. Menurutnya, kelangkaan solar yang terjadi terutama di Sumatera Barat, DPR RI melalui Komisi VI, telah mendorong pemerintah agar menindak tegas truk-truk besar yang memborong solar subsidi itu.

Nevi mendapatkan informasi, PT Pertamina telah meningkatkan supply solar, tapi pada kenyataanya keberadaan solar di lapangan terlihat kurang dengan indikasi masih panjangnya antrian kendaraan yang akan membeli solar.

"Ada indikasi, penjualan solar pada industri sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan kendaraan. Hal ini perlu ditelusuri pemerintah dan aparatur penegak hukum," terangnya.

Padahal, menurutnya, distribusi logistik pangan sangat tergantung pada solar, sehingga akan memudahkan penyebaran pangan dengan harga yang relatif mirip antara pusat produksi dan konsumsi. Ia menyarankan, agar pemda dan seluruh stakeholder turut turun tangan untuk tegakkan aturan sehingga semakin ketat dalam menyeleksi pembelian solar subsidi.

Legislator asal Sumatera Barat II ini menekankan, agar pemerintah membuat aturan yang lebih jelas terkait pembatasan kendaraan yang menggunakan solar subsidi. Sehingga, mengubah mekanisme kompensasi solar menjadi subsidi penuh menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

"Ini sudah masuk Ramadhan artinya kebutuhan pangan di masyarakat semakin meningkat, sehingga pemerintah mesti menjamin solar untuk distribusi bahan pangan."

"Kami di Komisi VI sepakat, agar pemerintah dapat memastikan ketersediaan BBM pada saat Ramadhan dan Idul Fitri 2022. Antrian akan hilang, jika truk-truk besar yang tidak berhak membeli solar subsidi ditangkap, seperti penyelesaian antrian panjang pembeli solar di Kalimantan," tutup Nevi Zuairina. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar