Jadi Lokasi Budidaya Madu Hutan, Mahyeldi: Miliaran Anggaran Provinsi Dikucurkan ke Sawahlunto

Al Imran | Selasa, 05-04-2022 | 16:24 WIB | 373 klik | Kota Sawahlunto
<p>Jadi Lokasi Budidaya Madu Hutan, Mahyeldi: Miliaran Anggaran Provinsi Dikucurkan ke Sawahlunto<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat memberi sambutan di Masjid An-Nur, Dusun Kayu Gadang, Desa Santua, Kecamatan Barangin, Senin malam dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar tahun anggaran 2022. (humas)

SAWAHLUNTO (4/4/2022) - Gubenur Sumatera Barat, Mahyeldi menyatakan, di tahun anggaran 2022 ini, Pemprov akan mengucurkan dana sekitar Rp19,25 miliar untuk Pemko Sawahlunto. Sektor kehutanan akan mendapatkan porsi anggaran terbesar, karena bekas kota tambang batu bara ini akan dikembangkan jadi pusat budidaya madu di Sumbar.

Hal ini disampaikan Mahyeldi saat memberi sambutan di Masjid An-Nur, Dusun Kayu Gadang, Desa Santua, Kecamatan Barangin, Senin malam dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemprov Sumbar tahun anggaran 2022. Masjid An-Nur sendiri merupakan masjid ke-3 dari total 31 masjid yang akan dituju tim yang dipimpin gubernur.

"Insya Allah (jumlah anggaran) ini akan kita tambah, sehingga ke depan nanti Sawahlunto jadi sentra produksi madu. Kita memang fokus kehutanan, karena memang sawahlunto itu di tengah hutan. Kita harap, dengan pendekatan ini, masyarakat bisa mengembangkan ekonominya tanpa merusak hutan," urai Mahyeldi.


Rincian anggaran Pemprov yang dialokasikan untuk Pemko Sawahlunto yakni Rp350 juta untuk sektor pendidikan, Rp860 juta untuk sektor kesehatan, Rp5,6 miliar untuk sektor kehutanan, Rp4 miliar untuk sektor peternakan.

Selanjutnya, Rp3,2 miliar untuk pemeliharan infrastruktur jalan, Rp1,75 miliar untuk sektor perumahan dan permukiman, Rp2,5 miliar untuk sektor perkebunan, Rp600 juta untuk sektor pariwisata, dan tambahan Rp357 juta dari Balai Perumahan dan Permukiman.

Penjabaran Mahyeldi mengenai dukungan anggaran itu, merupakan respons langsungnya terhadap permohonan bantuan Pemprov Sumbar yang diungkapkan Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta di kesempatan yang sama.

Dalam sambutannya, Deri Asta menyebutkan, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan bagi kelanjutan pembangunan Sawahlunto.

"Kita berharap dukungan provinsi terhadap pembangunan-pembangunan di Sawahlunto. Kita, di tengah Covid ini, dengan anggaran terbatas, butuh bantuan semua pihak," ujarnya.

Bagaimanapun, Deri Asta menambahkan, di tengah keterbatasannya, Pemko Sawahlunto telah berhasil menjalankan program-program pembangunan yang berujung pada ditetapkannya Kota Sawahlunto sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terkecil se-Indonesia, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021.

Program-program yang dianggap berhasil tersebut antara lain pembangunan 40 Rumah Tahfidz di Sawahlunto dan akan ditingkatkan menjadi 50 Rumah Tahfidz pada tahun 2022. Selanjutnya, pemberian reward pendidikan bagi pelajar Sawahlunto yang berhasil duduk di perguruan tinggi terakreditasi A dengan Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3,1.

Reward ini, menurut Deri Asta, telah diberikan pada lebih dari 1000 pelajar Sawahlunto. Selanjutnya, peningkatan jumlah warga Sawahlunto yang terdaftar pada program jaminan kesehatan nasional.

"Jaminan kesehatan tetap kita lakukan. Memang sangat membebani APBD, tapi kita tetap membayarkan premi untuk warga Sawahlunto yang belum memiliki BPJS. Sehingga dulu 40% (warga terdaftar di BPJS), sekarang 97% warga di-cover. Ini juga berkat bantuan pemprov," ungkap dia.

Terakhir, program pemusatan anggaran Desa. Dengan program ini, Pemerintah Desa di Sawahlunto diwajibkan mengalokasikan 20% Anggaran Pendaparan Belanja Desa (APBDes) diarahkan untuk ekonomi kerakyatan.

"Alhamdulillah, berdasarkan survey BPS 2021, kita punya penduduk miskin terkecil se-Indonesia," urai Deri. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah