Rehab Rekon Gempa Pasbar, Saran Ahli: Cukup Perbaikan dan Perkuat Sepanjang Rumah Masih Tegak

Al Imran | Selasa, 05-04-2022 | 19:19 WIB | 327 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Rehab Rekon Gempa Pasbar, Saran Ahli: Cukup Perbaikan dan Perkuat Sepanjang Rumah Masih Tegak<p>

Penanganan bangunan yang mengalami retak namun masih berdiri, sesuai saran ahli dari Fakultas Teknik Unand, Febrin Anas Isnmail, cukup diperbaiki dengan teknologi kawat anyam.

PADANG (5/4/2022) - Ahli perkuatan bangunan khusus rumah rakyat dari Pusat Studi Bencana (PSB) Unand, Febrin Anas Ismail menawarkan teknik perkuatan kawat anyam, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak akibat gempa di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat.

"Selama bangunan rumah masih tegak, maka bangunan masih bisa diperbaiki dan diperkuat. Baik itu yang rusak dalam diameter lebar maupun retak kecil," ungkap Febrin sebagaimana disampaikan dalam makalah yang disosialisasikan pada warga terdampak gempa di Nagari Kajai dan Nagari Persiapan Timbo Abu, Pasamaan Barat.

Keunggulan menggunakan kawat anyam, terang dia, hasil perbaikan cukup kuat berdasarkan hasil uji di meja getar dengan gempa yang sangat kuat. Kemudian, lebih murah sekitar 30% dibanding perkuatan dengan memanfaatkan besi.


"Yang paling penting itu adalah mudah dikerjakan. Pengerjaannya tinggal tempel dan dipakukan ke dinding bata/batako di sudut dinding, baik itu di bagian atas dan bawah dinding. Pekerjaan ini bisa dilakukan tukang lokal tanpa perlu menunggu tenaga ahli," tegas Febrin.

Febrin kemudian mencontohkan teknis pengerjaan bagi rumah retak cukup besar (lebar celah lebih besar dari 5 mm). Yang dilakukan pertama kali yakni plesteran lama disekitar retak, dikupas minimum 50 cm lalu retak diisi dengan adukan 1 semen berbanding 3 pasir atau bahan kimia.

Setelah retak tertutup, buat kepala plesteran setebal 1 cm dan lebar 2 cm. "Kepala plesteran ini berfungsi sebagai tempat dudukan kawat anyam," terangnya.

Lalu, pasang kawat anyam dikedua sisi dinding dengan cara diikat satu dengan yang lain. Selanjutnya, dinding diplester kembali dengan campuran spesi 1 semen berbanding 3 pasir.

"Perbaikan dan perkuatan rumah masyarakat dengan menggunakan kawat anyam adalah metoda yang simpel, tidak perlu tukang profesional untuk melakukannya. Selain itu, cepat dan murah," terangnya.

Karena keunggulannya ini, Febrin menyarankan masyarakat, segera memperbaiki rumahnya yang rusak secara mandiri dengan metoda ini. Karena, keterlambatan perbaikan akan menambah tingkat kerusakan seperti faktor terpapar cuaca.

Pengetahuan ini telah disampaikan Febrin saat digelarnya Klinik Konstruksi yang diadakan Ranah Rantau Circle (RRC) bersama Pusat Studi Bencana (PSB) Unand, DPP IKA Unand, Dinas Perkimtan Sumbar dan Kogami serta lainnya.

Kegiatan ini telah digelar dua kali. Pertama kali di Nagari Persiapan Timbo Abu pada 20 Maret 2022 lalu. Dikesempatan itu, dihadiri Ketua Bamus Nagari Persiapan Timbo Abu, Suryanum, Abu Mulyadi (Wali Nagari Persiapan Simpang Timbo), Roni Eka Putra (tokoh pemuda) bersama sejumlah tukang dan pemilik rumah bertempat di rumah Ketua Bamus.

"Usai pemaparan Pak Febrin dengan moderator Tommy Susanto dari Kogami, dilanjutkan dengan praktek di rumah Pak Masril. Target awal tiga rumah, telah dilakukan perbaikan dengan membantu setiap rumah bahan baku berupa semen, pasir, paku seng dan kawat ayam," ungkap Direktur Eksekutif RRC, Ilhamsyah Mirman.

Pada kegiatan 31 Maret 2022 di kantor Wali Nagari Kajai, hal serupa kembali dilakukan dengan moderator, Ilhamsyah Mirman, dihadiri Wali Nagari Kajai, Rahmadani beserta tukang dan pemilik rumah di sekitarnya.

"Direncanakan pada hari Rabu-Sabtu, 6-9 April 2022 di setiap jorong di Nagari Kajai dan Timbo Abu, akan dilakukan kegiatan serupa," terangnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar