Teknologi Jauhkan Anak dari Orang Tua

Ini Harapan Erman Safar atas Program Keagamaan dan Budaya Minang Masuk Kurikulum SD dan SMP Negeri

Al Imran | Jumat, 08-04-2022 | 16:11 WIB | 426 klik | Kota Bukittinggi
<p>Ini Harapan Erman Safar atas Program Keagamaan dan Budaya Minang Masuk Kurikulum SD dan SMP Negeri<p>

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar memberi sambutan saat memimpin Tim Safari Ramadhan Pemko Bukittinggi di Masjid Jamik Bukittinggi, Kamis malam. (hamriadi)

BUKITTINGGI (8/4/2022) - Tambahan kurikulum muatan lokal seperti pelajaran Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Islam dan Aqidah-Akhlak bagi siswa SD dan SMP Negeri di Bukittinggi, diyakini akan melahirkan generasi Islami sejak dari usia dini.

Demikian benang merah sambutan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar saat memimpin Tim Safari Ramadhan Pemko Bukittinggi di Masjid Jamik Bukittinggi, Kamis malam.

Ia menceritakan, saat ini banyak anak-anak yang hampir tidak butuh orangtua dan mamak, akibat kurangnya interaksi di rumah.


Menurut Erman, tidak banyak interaksi anak dengan orangtua dan mamak itu, akibat anak-anak mencari sesuatu tentang pelajaran lebih cenderung menggunakan handphone (HP).

"HP telah menjadi pilihan mereka belajar. Dengan HP anak mencari dan bertanya terkait pembelajaran, tak bertanya pada orangtuanya," papar dia.

Menurut dia, transformasi belajar lebih cenderung menggunakan HP, berefek buruk yang kemudian memunculkan kesan, anak tak butuh orangtua lagi.

Maka dari itu, kata Erman, dengan tambahan pelajaran muatan lokal di SD dan SMP Negeri yakni belajar ilmu Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Islam dan Aqidah Akhlak akan jadi salah satu solusi mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan hari ini.

Dari sebab itu lah, dalam program pemerintahan Erman-Marfendi yang telah berjalan 1 tahun, lebih menitikberatkan membangun manusia.

"Tahun 2022, 2023 dan bahkan di 2024, program pemerintah tidak banyak bersifat fisik. Kita tetap konsisten meningkatkan akidah generasi muda, yang tujuan untuk membangun karakter generasi muda dari usia dini," paparnya.

"Seperti yang kita ketahui, banyak anak-anak kita setelah tamat sekolah biasa merantau atau kuliah ke daerah lain. Adanya muatan lokal untuk SD Negeri dan SMP Negeri, tambahan pelajaran 2 jam belajar Budaya Minangkabau, fiqih, bahasa arab, sejarah Islam dan aqidah Akhlak, anak-anak akan cukup bekalnya."

"Jika bekalnya cukup, bila ada apa-apanya anak-anak kita di daerah lain, ia bisa tahu jalan pulang," papar Erman.

Dikesempatan itu, Erman juga mengucapkan maaf pada jemaah Masjid Jamik, apabila ada panggilan telepon yang tak terjawab, pesan whatsapp yang dikirim tidak terbalas atau tidak tersapa saat lewat serta janji yang belum terpenuhi.

"Sudah 1 tahun berjalannya pemerintah Erman-Marfendi, belum semua janji terpenuhi. Karena memang janji tersebut dipenuhi satu persatu terlebih dulu," paparnya.

Perbaikan ekonomi masyarakat, peluncuran program Tabungan Utsman dimana margin dan seluruh biaya yang muncul dari pembiayaan, ditanggung pemerintah, bertujuan membantu perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

"Masyarakat meminjam ke BPRS Jam Gadang sebesar Rp10 juta atau Rp5 juta, nanti lunasnya tetap Rp5 juta atau Rp10 juta. Untuk itu, jangan meminjam lagi ke rentenir, beralih lah meminjam ke BPRS Jam Gadang," ungkap Erman. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar