Singgah Sahur Mahyeldi di Sijunjung Dihadang Hajah Syar'iyyah

Al Imran | Jumat, 08-04-2022 | 17:20 WIB | 307 klik | Kab. Sijunjung
<p>Singgah Sahur Mahyeldi di Sijunjung Dihadang Hajah Syar'iyyah<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyerahkan bantuan Baznas sebesar Rp25 juta saat program singgah sahur di rumah Gina, warga Nagari Sibakur, Kecamatan Tanjung Gadang, Kamis dinihari. (humas)

SIJUNJUNG (7/4/2022) - Hajah syar'iyyah (keperluan yang syar'iy), menghadang Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan rombongan menunaikan niat menjalankan program Singgah Sahur di Nagari Sibakur, Kecamatan Tanjung Gadang.

"Suami sedang pergi kemana, Bu? Kesibukan sehari-hari uda apa," tanya Mahyeldi pada shohibul bait (tuan rumah), Gina, pada Kamis dinihari itu.

"Malam hari suami pergi malompu (mancing ikan) di sungai, pak gubernur," jawab Gina sembari menggendong seorang anaknya yang terlelap dipundak wanita paruh baya itu.


Dialog ini berlangsung sembari berdiri, di halaman depan rumah Gina. Dikunjungi orang nomor satu di Sumatera Barat ini, Gina mengajak rombongan Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemprov Sumbar untuk masuk rumahnya yang sederhana.

Undangan ini ditepis Mahyeldi. Sebagai seorang gubernur yang juga ustad, tentu Mahyeldi paham betul dengan hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari: "Janganlah seorang laki-laki bersepi-sepi (khalwat) dengan seorang wanita kecuali disertai dengan mahram. Seorang laki-laki berdiri, seraya berkata, "Ya Rasulullah, isteriku hendak pergi haji, sedangkan aku sedang bersiap-siap pergi berperang demikian. Nabi SAW bersabda, "Kembalilah, berhajilah bersama isterimu."

Mahyeldi kembali bertanya, "Berapa orang anaknya, bu. Yang paling besar umur berapa," tanya Mahyeldi.

"Anak saya empat orang pak, masih kecil-kecil. Yang paling besar kelas 3 SD, mereka sedang tidur di dalam," kata Gina menjawab tanya Mahyeldi.

Usai tanya jawab, Mahyeldi mengutarakan maksud kedatangannya. Dia menyebut, berniat untuk membantu merehabilitasi kediaman keluarga Gina dan suami, Dori.

"Maksud kedatangan kami subuh ini ke rumah ibu, untuk memberikan bantuan sebesar Rp25 juta. Semoga bantuan ini bisa memperbaiki rumah ibu, sehingga ibu dan anak-anak nyaman di rumah," ucap Mahyeldi seraya menyerahkan plakat bertuliskan Bantuan dari Baznas Sumbar untuk Rumah Tidak Layak Huni.

Rumah kediaman Pak Dori memang tampak sangat sederhana. Lantai rumah tampak hanya digelar dengan tikar anyaman bambu, berdinding papan kayu tua yang dipasang tak rapi. Sehingga, banyak celah di antara jajaran kayu tersebut. Kemudian, jendela juga tidak berkaca, yang membuat siapapun bisa mengintip ke dalam rumah.

Tersentuh dengan perhatian itu, Gina tampak menangis haru. Kemudian, tidak lupa Mahyeldi berpesan kepada Gina, untuk bisa menyukseskan anak-anaknya.

"Orang tua saya, tukang angkat di Pasar Bawah, Bukittinggi. Jadi tidak ada halangan, untuk menyukseskan seorang anak, walaupun dengan berbagai kekurangan kita sebagai orangtua," ucap Mahyeldi, memotivasi Gina.

"Iya pak, biarlah saya yang seperti ini. Saya tidak mau anak saya di masa depan, seperti saya juga," ucap Gina terisak.

Mahyeldi juga berpesan, untuk senantiasa mendekatkan diri ke Tuhan yang Maha Kuasa. "Berdoa ke Allah, mendekatkan diri kepadanya, sehingga nanti urusan kita dapat dipermudah oleh-Nya," pesan dia. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar