Bukittinggi akan Rekrut 167 Guru untuk Sukseskan Kurikulum Muatan Lokal bagi Siswa SD dan SMP

Al Imran | Sabtu, 09-04-2022 | 13:10 WIB | 188 klik | Kota Bukittinggi
<p>Bukittinggi akan Rekrut 167 Guru untuk Sukseskan Kurikulum Muatan Lokal bagi Siswa SD dan SMP<p>

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar.

BUKITTINGGI (9/4/2022) - Sebanyak 167 guru, akan dibutuhkan untuk mendukung tambahan kurikulum muatan lokal bagi siswa SD dan SMP Negeri di Kota Bukittinggi pada tahun ajaran 2022/2023 mendatang. Muatan lokal yang akan diajarkan nanti yakni pelajaran Fiqih, Bahasa Arab, Sejarah Islam dan Aqidah-Akhlak.

"Proses rekruitmennya segera dilakukan dan terbuka bagi tamatan PPKN, Seni Budaya, Bahasa Indonesia, IPS, Tarbiyah, Syariah dan Ushuludin," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Bukittinggi, Melfi Abra di Bukittinggi, Sabtu.

Ia mengatakan, mengenai materi apa bakal diajarkan di tambahan kurikulum muatan lokal bagi siswa SD dan SMP Negeri, nantinya akan bekerjasama dengan Universitas Negeri Padang (UNP).


Melfi mengucapkan, bisa saja nanti kebutuhan 167 orang guru tersebut berkurang, apabila guru yang telah ada saat sekarang ini, diberdayakan mengajar materi kurikulum muatan lokal yang baru.

"Kita kan sudah ada beberapa guru yang memiliki jurusan sama. Jadi, bisa juga mereka itu diberdayakan mengajar. Tapi, kita lihat saja dulu beberapa banyak kebutuhan dalam rekrutmen nanti," ucapnya.

Tambahan kurikulum muatan lokal bagi pelajar SD dengan jumlah 46 sekolah negeri serta siswa SMP berjumlah delapan sekolah negeri di Bukittinggi, diyakini akan melahirkan generasi berkarakter Islami.

Program tambahan kurikulum muatan lokal ini, merupakan bagian dari Visi Bukittinggi Hebat yaitu Hebat dalam Sektor Pendidikan sebagaimana telah dituangkan dalam Perda RPJMD Bukittinggi 2021-2026.

Sebagaimana disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, dengan tambahan pelajaran muatan lokal di SD dan SMP Negeri akan jadi salah satu solusi mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan hari ini.

Keinginan untuk mengatasi sosial kemasyarakatan inilah, terang Erman, dirinya bersama Wawako Bukittinggi, Marfendi, lebih memilih untuk menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Tahun 2022, 2023 dan bahkan di 2024 menatang, program pemerintah tidak banyak bersifat fisik. Kita tetap konsisten meningkatkan akidah generasi muda, yang tujuan untuk membangun karakter generasi muda dari usia dini," paparnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar