Jemari Sakato Dorong Pemkab Pasaman Barat Aktifkan POS Pendidikan di Masa Darurat Bencana

Al Imran | Sabtu, 09-04-2022 | 23:57 WIB | 698 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Jemari Sakato Dorong Pemkab Pasaman Barat Aktifkan POS Pendidikan di Masa Darurat Bencana<p>

Koordinator Kemitraan JEMARI Sakato, Fikon Dt Sati bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Pramana Yose saat pembahasan pembentukan Pos Pendidikan, di Pasaman Barat, Sabtu.

SIMPANG EMPAT (9/4/2022) - JEMARI Sakato dan Save The Children mendorong Pemkab Pasaman Barat mendorong lahirnya Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB). Pos pendidikan pada dasarnya adalah Sekber SPAB yang berfungsi pada saat bencana.

"Di masa tanggap darurat gempa Pasaman Barat dan Pasaman, praktis proses pendidikan anak di daerah bencana tidak berlangsung. Karenanya, pembentukan Pos Pendidikan yang diusulkan untuk ditetapkan oleh Kepala Daerah melalui Surat Keputusan penting dilakukan," ungkap Koordinator Kemitraan JEMARI Sakato, Fikon Dt Sati dalam pernyataan tertulis yang diterima, Sabtu.

Pernyatan itu disampaikan, terkait Lokakarya Kemitraan Aktivasi POS Pendidikan Kabupaten Pasaman Barat yang digelar Rabu (7/4/2021) lalu. Melalui lokakarya ini, diharapkan dapat mendorong terbentuknya wadah atau organisasi yang bergerak di sektor pendidikan darurat. Peserta lokakarya, sebanyak 25 orang yang berasal dari berbagai elemen terutama yang berkaitan dengan isu pendidikan di Pasaman Barat.


"Dengan adanya Pos Pendidikan, maka proses belajar mengajar bisa kembali bergerak. Anak-anak kembali bisa ke sekolah dan guru-guru kembali dapat mengajar dengan jaminan yang kuat," terangnya.

POS Pendidikan adalah mandatori dari Peraturan Meteri Pendidikan dan Kebudayaan No 33 Tahun 2019 tentang SPAB. Untuk bencana di Pasaman Barat, JEMARI Sakato dan Save The Children telah mendampingi sejak awal kejadian.

"Hari ini, Jemari Sakato dan Save The Children mendorong pembentukan Pos Pendidikan agar pemerintah daerah mampu memberikan menjamin Pendidikan kepada anak-anak kita yang terdampak bencana," ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Pasaman Barat, Pramana Yose saat membuka lokakarya yang berlangsung selama 2 hari.

Dikatakan, gempa bumi akhir Februari 2022 lalu, berdampak besar terhadap aktifitas pendidikan terutama proses belajar mengajar karena mengalami pemberhentian sementara. Hal ini berakibat pada terjadinya pergeseran metode pembelajaran, trauma yang dialami peserta didik juga tenaga pengajar serta kerusakan pada beberapa bangunan sekolah, ikut jadi persoalan lain di dunia pendidikan pascabencana.

Aman ke Sekolah

Dikatakan Fikon, Lokakarya ini juga merupakan tindak lanjut dari agenda "Kampanye Aman Kembali ke Sekolah" yang di luncurkan beberapa hari lalu oleh Pemkab Pasaman Barat bersama JEMARI Sakato dan Save the Children.

Proses lokakarya sendiri didukung oleh fasilitator yang berkompeten dan memilki pengalaman baik di kebencanaan, Pendidikan maupun Teknik fasilitasi. Tommy Susanto, pegiat Pendidikan kebencanaan yang juga Direktur Kogami Sumbar dalam kesempatan fasilitasi menyebutkan pembentukan POS Pendidikan diawali dengan pembentukan SEKBER untuk mengkoordinasi satuan pendidikan di Kabupaten Pasaman Barat.

Beberapa hal yang dihasilkan dari lokakarya ini adalah antara lain; peserta memahami tugas pokok dan fungsi POS Pendidikan, lahir draft Struktur POS Pendidikan yang diisi oleh OPD dan Perwakilan Ormas, Draft struktur akan diajukan kepada Dinas Pendidikan untuk kemudian diterbitkan Surat Keputusan dari Kepala Daerah.

"Harapannya, pelaksanaan kegiatan PBM di lingkungan sekolah yang aman menjadi tanggungjawab bersama stakeholder Pendidikan dan setiap stakeholder yang terlibat disituasi bencana akan berada dibawah satu koordinasi.

JEMARI Sakato merupakan lembaga nirlaba Sumatera Barat yang berkedudukan di Padang. Bekerja dan fokus pada isu tata kelola pemerintahan, perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi dan juga terlibat dalam agenda-agenda kemanusiaan untuk respon bencana di beberapa wilayah di Indonesia.

JEMARI Sakato yang bagian dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (F-PRB Sumbar) bekerjasama dengan Save The Children turut memberikan dukungan hingga saat ini untuk Pemerintah daerah Pasaman Barat dan stakeholder terdampak. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah

Berita Kab. Pasaman Barat