Peluncuran Gernas BBI

Los Lambuang Ditetapkan jadi Zona Khas, Ini Kata Erman: Safar

Al Imran | Rabu, 13-04-2022 | 09:27 WIB | 206 klik | Kota Bukittinggi
<p>Los Lambuang Ditetapkan jadi Zona Khas, Ini Kata Erman: Safar<p>

Wako Bukittinggi, Erman Safar menerima bantuan CSR dari Dirut BNI untuk mewujudkan Los Lambuang sebaga Zona Khas dipeluncuran Gernas BBI Sumatera Barat di Pelataran Jam Gadang, Selasa sore.

BUKITTINGGI (13/4/2022) - Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengucapkan terima kasih kepada pemeritnah pusat, OJK dan perbankan, yang telah berkontribusi dalam mewujudkan Bukittinggi sebagai Zona KHAS (kuliner, halal, aman dan sehat).

"Los lambuang tentunya patut jadi Zona Khas, karena telah jadi pusat kuliner di Bukittinggi," ujar Erman di sala-sela acara peluncuran Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI), Selasa sore.

Menurut Erman, dengan menjadi Zona Khas, Los Lambuang tentunya akan semakin banyak pengunjung yang datang ke Bukittinggi, khususnya berwisata kuliner.


Untuk diketahui, Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengapresiasi dukungan program pinjaman tanpa bunga dalam memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Selain itu, Wapres juga mengapresiasi Pemprov Sumbar yang terus fokus pengembangan ekonomi syariah, yang mesti dijalankan sesuai dengan tuntutan syariat dan tuntunan ulama.

Hal itu dikatakan Wapres KH Ma'ruf Amin pada peluncuran Gernas BBI Sumatera Barat yang digelar di Bukittinggi, Selasa sore. Gernas BBI ini digelar secara Daring dan Luring dari pelataran Jam Gadang, Bukittinggi.

"Kita berharap, UMKM kita tidak terkena penyakit stunting. Kerdil terus. Memajukan UMKM ini, kita harus memulainya dari diri kita sendiri dan mulainya dari sekarang," tegas KH Ma'ruf Amin.

Disebutkan, ekspor UMKM Indonesia, saat ini sekitar 15 persen dari total ekspor nasional. Angka ini masih tertinggal dari Singapura yang mencapai angka 41 persen dan Cina 60 persen.

"Saat ini, adalah era dimana teknologi jadi bahan bakar kesejateraan. Pascapandemi Covid19 melanda, kekuatan teknologi semakin tampak men-disrupsi hampir seluruh aspek kehidupan kita," ungkap Wapres.

Teknologi digital, terangnya, telah begitu berpengaruh termasuk dalam merumuskan taktik mempromosikan produk UMKM.

"Kita tidak punya pilihan selain terus meningkatkan kekuatan dan literasi digital bangsa kita. Berbagai tantangan digitalisasi harus kita jawab dengan aksi," tegasnya.

"Saya mengapresiasi terobosan pemimpin daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi digital di daerahnya, termasuk di Sumatera Barat," tambah Wapres KH Ma'ruf Amin.

Selain itu, Wapres KH Ma'ruf Amin mengakui, kebutuhan internet saat ini, samahalnya dengan kebutuhan pasokan listrik di masa lalu. Peningkatan infrastruktur digital ini, menurut Wapres, akan membuat Indonesia makin memiliki daya saing global.

"Sumbar saat ini berada di peringkat ke-9 daya saing digital, Naik tiga peringkat dibanding tahun sebelumnya. Terbaik kedua se-Sumatera. Kita terus mendorong produk lokal khususnya UMKM, jadi tuan rumah mengalahkan konsumsi produk impor bahkan siap ekspor," harap Wapres.

Dikatakan, Sumbar merupakan sentra UMKM. Terdapat lebih dari 600 ribu unit UMKM, menopang sekitar 89 persen perekonomian di Sumatera Barat.

"Melalui Gernas BBI ini, diharapkan akan semakin membangkitkan gairah dan rasa bangga masyarkat dalam menggunakan produk lokal," tukasnya.

"Ada istilah sekarang ini, tinggal di desa, rezkinya kota dan bisnisnya mendunia. Dengan bantuan teknologi yang terus dikembangkan, tentu akan menarik anak muda kita tetap berbisnis di kampung halaman," tambah KH Ma'ruf Amien.

Dikesempatan itu, KH Ma'ruf Amin juga mengungkapkan potensi kuliner Rendang yang telah dinobatkan sebagai kuliner terlezat di dunia. Mengalahkan puluhan kuliner dari negara lain di dunia.

"Kuliner Sumatera Barat adalah kekuatan yang telah memenuhi trend ekowisata khususnya wisata kuliner. Terlebih, ada adagium yang menyatakan, kuliner Sumatera Barat itu tidak ada yang enak. Yang ada itu enak sekali," tegasnya.

Wapres berharap, pembentukan zona Kuliner halal, aman dan sehat atau Zona Khas di Sumatera Barat ini, akan semakin meningkatkan sektor pariwisata di Sumbar.

"Saya juga mendorong, agar semakin banyak zona khas seperti di Sumbar ini dibangun di daerah lainnya di Indonesia," tambah KH Ma'ruf Amien.

Hadir secara Luring, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI). Kemudian, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Wako Bukittinggi, Erman Safar, Wali Kota Padang, Hendri Septa, Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan undangan lainnya.

Sementara, secara Daring, ikut memberikan sambutan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan. Peluncuran ini mengambil tema, 'Maju Berkah Basamo UMKM Sumbar. UMKM Bangkit, Ekonomi Tumbuh." (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar