Jemari Sakato Gelar Pelatihan Dukungan Psikososial dalam Menyiapkan Tenaga Pendidik Siaga Bencana

Al Imran | Sabtu, 16-04-2022 | 17:42 WIB | 673 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Jemari Sakato Gelar Pelatihan Dukungan Psikososial dalam Menyiapkan Tenaga Pendidik Siaga Bencana<p>

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Barat, Agusli foto bersama dengan peserta pelatihan Dukungan Psikososial untuk Tenaga Pendidik di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, 12 April 2021 lalu. Pelatihan ini diikuti 32 orang peserta yang berasal dari berbagai elemen.

PASAMAN BARAT (16/4/2022) - Dukungan Psikososial (Psychosocial Support) adalah salah satu bentuk kegiatan pelatihan psikososial yang diberikan untuk anak-anak khususnya dalam situasi darurat. Pelatihan Psychosocial support sangat bermanfaat didunia pendidikan karena dapat melahirkan dukungan sosial terhadap tenaga pendidik dalam rangka menghilangkan trauma anak terhadap bencana gempa.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman Barat, Agusli saat membuka pelatihan Dukungan Psikososial untuk Tenaga Pendidik di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, 12 April 2021 lalu.

Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, dilaksanakan di Aula Hotel Guchi, Simpang Empat Pasaman Barat. Diikuti lebih kurang 32 orang peserta yang berasal dari berbagai elemen di antaranya Tenaga Pendidik tingkat SD dan SMP didaerah terdampak, Dinas Pendidikan, Dinas DPPKBP3A dan Forum Anak.


Menurut dia, gempa bumi di akhir Februari 2022 yang mengguncang Pasaman Barat, telah menimbulkan beberapa kerugian tidak saja kehilangan harta benda, tetapi juga gangguan psikososial bagi korban bahkan kehilangan nyawa anggota keluarganya.

Pada kondisi ini, anak-anaklah yang paling rentan terkena dampaknya, terutama sekali saat kejadian tersebut anak-anak sedang berada di sekolah. Hal tersebut mengakibatkan terganggunya kesehatan mental siswa seperti, mudah marah, stress, cemas, depresi bahkan keinginan bunuh diri.

Hal ini tentunya percepatan penanganan korban bencana sangat dibutuhkan, tidak saja pemerintahan pusat dan daerah tetapi juga partisipasi seluruh warga masyarakat dan pilar kesejahteraan yang terlatih.

Koordinator program MHPSS (Mental Health & Psychosocial Support atay Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial), Fajar Suryawan Kusnadi mengungkapkan, JEMARI Sakato bersama Save the Children menyadari pentingnya memberikan dukungan sosial pada siswa melalui tenaga pendidik dalam rangka menciptakan suasana belajar yang sesuai dimasa pemulihan bencana gempa dan memberikan dukungan psikososial kepada para siswa terdampak bencana mulai tingkat SD dan SMP di lingkungan UPT kecamatan Talamau.

"Proses pelatihan ini sendiri didukung oleh seseorang yang berkompeten dan memiliki pengalaman sebagai fasilitator dalam program psychosocial support," tearng Fajar.

Hari pertama dipaparkan materi tentang kebijakan Keselamatan Anak (Child Safe Guarding/CSG), Perlindungan Anak dalam media dan komunikasi, mengenal dukungan kesehatan jiwa dan psikososial dalam situasi darurat, dukungan psikososial awal.

Kegiatan hari kedua, membahas modul kegiatan dukungan psikososial untuk anak dalam situasi darurat, sedangkan Kegiatan hari terakhir membahas bagaimana menghadapi pertanyaan sulit dan mengenal ice breaker dalam kegiatan dengan anak. Karena berhadapan dengan anak, kita tidak hanya belajar saja, materi saja, ceramah saja, namun juga ada bermainnya agar anak bisa aktif sehingga kebutuhan perkembangan dan belajarnya terpenuhi, begitu lanjut Fajar.

Dukungan Psikososial tidak hanya untuk anak tetapi menyasar kesemua pihak. Tenaga pendidik sebagai perwakilan dari sekolah, dengan harapan mempunyai kelebihan dalam menggabungkan materi trauma healing kedalam materi ajar.

"Peran Tenaga Pendidik sangat penting sebagai pemberi dampak positif bagi kesehatan mental siswa kedepannya. Karena seseorang hidup tidak hanya ditentukan oleh psikologis saja namun juga lingkungan sangat memengaruhi bagaimana anak berpendapat, berpikir dan lainya," ungkap Fajar.

Oleh karena itu, Fajar mengharapkan, tenaga pendidik bisa menjadi pelatih dan dapat menyampaikan serta membimbing guru-guru lain dalam menyusun materi ajar disekolah dalam rangka menerapkan kurikulum pasca bencana karena pendidikan tidak boleh ambruk dan menjadi terhenti.

Beberapa hal yang dihasilkan dari pelatihan ini antara lain; terbangunnya pemahaman kepada tenaga pendidik mengenai konsep dukungan psikososial. Kemudian, meningkatnya kapasitas tenaga pendidik mengenai dukungan psikososial yang akan diberikan kepada siswa.

Selanjutnya, tersusunya rencana tindak lanjut untuk implementasi kedalam proses PBM. Harapannya dengan pelatihan ini guru-guru yang dilatih bisa menjadi penerus kegiatan pychosocial support disekolah-sekolah maupun ditempat yang membutuhkan psychosocial support nantinya.

JEMARI Sakato merupakan lembaga nirlaba yang bekerja dan fokus pada isu tata kelola pemerintahan, perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi dan juga terlibat dalam agenda-agenda kemanusiaan untuk respon bencana di beberapa wilayah di Indonesia.

Paska musibah gempa bumi Pasaman Barat Februari 2021, JEMARI Sakato bersama Save The Children telah bekerjasama sejak masa tanggap darurat hingga saat ini. Kerjasama ini dalam rangka memberikan dukungan bagi Pemkab Pasaman Barat dalam berbagai bentuk dukungan mulai dari asesmen awal, tanggap darurat dan saat ini dalam masa proses transisi pemulihan kearah yang lebih baik. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar