Loka POM Payakumbuh Ambil 22 Sampel Makanan di Pasar Pabukoan Belakang Balok

Al Imran | Rabu, 20-04-2022 | 10:06 WIB | 462 klik | Kota Bukittinggi
<p>Loka POM Payakumbuh Ambil 22 Sampel Makanan di Pasar Pabukoan Belakang Balok<p>

Wawako Bukittinggi, Marfendi menemani petugas Loka POM Payakumbuh mengambil sampel pabukoan di Pasar Pabukoan Belakang Balok, Selasa. (hamriadi)

BUKITTINGGI (19/4/2022) - Sebanyak 22 sampel minuman di Pasar Pabukoan berlokasi di Belakang Balok, diperiksa Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Payakumbuh, Selasa sore.

Pengambilan sampel minuman oleh Loka POM itu didampingi Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar yang diwakilkan pada Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi.

"Pemeriksaan itu bertujuan agar masyarakat terhindar dari mengonsumsi zat atau pewarna yang berbahaya bagi kesehatan," kata Marfendi.


Pengambilan sampel ke tempat penjual minuman dilakukan Selasa (19/4/2022) sore itu didapatkan sebanyak 22 sampel.

"Alhamdulillah kita periksa keseluruhan itu dan kita dapatkan sebanyak 22 sampel dari semua penjual pabukoan," paparnya.

"Insya Allah kegiatan akan lakukan dua hari di dua lokasi berbeda. Hari ini di Belakang Balok dan pada Rabu besok (20/4/2022), di lokasi pasar pabukoan sebelah Minimarket Budiman Tarok," ucap Marfendi.

Marfendi berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat terhindar dari yang mengonsumsi hal-hal berbahaya.

Hal tersebut kata dia, dikarenakan memang dari data dilihat di lapangan, banyak pedagang yang ternyata adalah orang-orang yang memproduksi secara dadakan.

Artinya, sebut Marfendi, pas ketika Ramadhan saja mereka berjualan dan mengolah sendiri makanan-makanan berkuah yang cukup banyak dijual.

Maka dari itu, kata Marfendi, perlu pemeriksaan secara detail apakah ada hal-hal yang berbahaya di dalam makanan-makanan mereka jual.

"Kebanyakan tadi yang kita lihat itu minuman-minuman apakah ada zat pewarnanya. Juga makanan apakah ada formalinnya atau tidak," ungkapnya.

Marfendi berharap, hasil pemeriksaan dilakukan Loka POM semoga tidak ada makanan dijual oleh masyarakat membahayakan konsumen. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar