Daur Ulang Sampah Pasar Padang Lua, Mahyeldi: Hasilnyo Labiah Gadang dari Gaji Gubernur

Al Imran | Kamis, 21-04-2022 | 18:04 WIB | 93 klik | Kab. Agam
<p>Daur Ulang Sampah Pasar Padang Lua, Mahyeldi: Hasilnyo Labiah Gadang dari Gaji Gubernur<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menceritakan potensi pengolahan sampah organik pada acara Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Jami' Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Rabu malam. (humas)

AGAM (20/4/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menjanjikan akan menggelar pelatihan daur ulang sampah bagi warga Agam, khususnya warga Padang Lua. Pelatihan ini dalam rangka mengurai persoalan produksi sampah di Pasar Padang Luar yang mencapai angka 15 ton di hari pasar.

Menurut Mahyeldi, pelatihan ini akan direncanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Peserta pelatihan nantinya adalah pemuda/i di Padang Lua.

"Pelatihan ini fokus pada upaya mengolah sampah organik jadi pupuk kompos," ungkap Mahyeldi dihadapan Bupati Agam Andri Warman dan warga Padang Lua, pada acara Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Jami' Nagari Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Rabu malam.


Selama ini, sampah Pasar Padang Lua ini, dikirim Pemkab ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di Kelurahan Padang Karambia, Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh. Solusi ini, bagaimanapun membutuhkan biaya angkut yang tidak sedikit.

Belum lagi, alur pembuangan sampah dapat sewaktu-waktu terganggu jika TPA berhenti beroperasi. Bulan lalu misalnya, TPA Regional Payakumbuh ditutup sementara untuk perbaikan, berujung pada terhambatnya pengiriman sampah dari Padang Lua selama 3 hari.

Ditegaskan Mahyeldi, mengolah sampah adalah solusi berkelanjutan yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga memberi nilai tambah bagi warga.

"Nanti dia bisa diolah jadi tiga produk yaitu jadi pupuk organik, jadi pakan ternak dan jadi media budidaya maggot. Jadi, tidak ada yang terbuang percuma," kata Mahyeldi.

Selain pelatihan, Mahyeldi juga menyebutkan Pemprov, akan memberi bantuan berupa alat pencacah sampah agar upaya pengelolaan sampah tak berhenti hanya sampai pelatihan. Namun, berlanjut hingga penerapan.

"Ini nanti dengan PMD dan Lingkungan Hidup, akan kita latih dan bantu alatnya. Kita bantu dengan pencacahnya, sehingga nanti bisa diwujudkan ketiga produk tadi," sebutnya.

Guna meyakinkan warga, Mahyeldi membagi kisah sukses budidaya maggot di Kampar, Riau, yang digagas mantan Bupati Kampar, Jefry Noer.

Disebutkannya, maggot yang dibudidayakan dalam ruangan sebesar kurang lebih 10x10 meter itu, menggunakan media hasil olahan sampah organik di Kampar telah memberikan hingga Rp2,4 juta per hari.

"Itu baru satu lapis dalam ruangan seluas 10x10. Masih bisa dibut jadi empat sampai lima lapis. Bayangkan kalau lima lapis, berarti lebih dari Rp10 juta sehari. Itu gadang pulo dari gaji gubernur lai tu," paparnya dengan tersenyum.

Paparan gubernur tentang pengelolaan sampah Pasar Padang Lua ini bermula dari laporan Wali Nagari Padang Lua, Edison. Dikesempatan tersebut, Edison melaporkan dua kendala utama yang kini tengah dihadapi, yakni pengelolaan sampah, transportasi dan arus lalu lintas di sekitar Nagari Padang Lua. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah