38 Alumni MAPK Lanjutkan Pendidikan ke Mesir, Fadly: Ini Prestasi Luar Biasa

Al Imran | Jumat, 22-04-2022 | 16:21 WIB | 316 klik | Kota Padang Panjang
<p>38 Alumni MAPK Lanjutkan Pendidikan ke Mesir, Fadly: Ini Prestasi Luar Biasa<p>

Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran dengarkan paparan Kepala Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Padang Panjang, Agustamam, Jumat. (kominfo)

PADANG PANJANG (21/4/2022) - Kepala Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Padang Panjang, Agustamam mengungkapkan, sebanyak 38 alumni melanjutkan pendidikan ke Mesir. Studi keluar negeri ini merupakan salah satu misi utama di MAPK.

"Alhamdulillah, tahun 2022 ini, 38 alumni MAPK telah diterima untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah. Untuk saat ini, sudah ada sekitar 100-an alumni MAPK yang sedang memperdalam ilmu agama di Timur Tengah," ungkap Agustamam, Kamis.

Dikatakan Agustamam, hingga saat ini MAPK sudah banyak melahirkan alumni yang sukses, terutama dalam bidang pendidikan keulamaan. Setiap tahun, lulusan MAPK banyak yang melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, seperti Mesir, Yaman, Sudan, Maroko dan Madinah.


Dikatakan, alumni MAPK sudah banyak yang berkiprah di pemerintahan, perguruan tinggi, legislatif, pesantren dan ormas Islam seperti MUI. Tidak kalah pentingnya, alumni MAPK tersebar di seluruh wilayah nusantara, terutama sebagai ulama dan mubaligh.

"Sistem pendidikan boarding school merupakan faktor utama keberhasilan pendidikan MAPK. Santri digembleng selama 24 jam. Pagi belajar sampai pukul 15.00 WIB, kemudian sesudah Shalat Ashar dilanjutkan dengan program tutorial dan matrikulasi hingga pukul 17.30 WIB," tutur Agustamam.

Program tutorial ini, lanjutnya, bertujuan memantapkan penguasaan bahasa Arab dan kitab kuning siswa sebagai persiapan melanjutkan studi ke Timur Tengah.

"Sesudah Shalat Magrib, dilanjutkan pula dengan kegiatan Qira'atul Qutub, matrikulasi, khutbah bahasa Arab, Inggris dan Indonesia, studi kitab Hadis Riyadhus Shalihin, Tahfidzul Qur'an hingga pukul 21.00 WIB," ujarnya.

"Saat ini, MAPK juga mendapatkan bantuan tenaga pengajar langsung dari Timur Tengah untuk mempersiapkan siswa-siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke berbagai negara di kawasan jazirah Arab itu," ungkapnya.

"Alhamdulillah, karena hasil yang bagus dari setiap alumni MAPK yang berada di Mesir, kita mendapat kehormatan dengan didatangkannya tenaga pengajar ke MAPK ini. Kita jadi saja salah satu dari tujuh MAN yang mendapat tenaga pengajar langsung dari Mesir," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran mengapresiasi berbagai program dan prestasi yang telah ditorehkan MAPK.

"Ini prestasi luar biasa. MAPK tetap berkomitmen untuk terus mencetak calon-calon ulama, ustadz dan buya. Hal ini tentu jadi cerminan dari Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah," ucap Fadly.

Dikatakan, saat ini MAPK juga telah berkegiatan di gedung baru yang berada di kawasan Islamic Center. Dia berharpa, Islamic Center dapat menjadi media mengaplikasikan pendidikan di MAPK.

"Pemko terus mendorong agar MAPK mampu mencetak calon-calon ulama. Saat ini, kami juga telah menyiapkan program beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah," ungkap Fadly. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar