Pedagang di 3 Pasar di Padang SIAP QRIS

Al Imran | Jumat, 22-04-2022 | 22:38 WIB | 353 klik | Kota Padang
<p>Pedagang di 3 Pasar di Padang SIAP QRIS<p>

Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Wahyu Purnama Bersama Pj Sekda Padang, Fitriati dan jajaran, meluncurkan Pasar SIAP QRIS di Pasar Raya Padang, Jumat siang. (vebi riki yanto)

PADANG (22/4/2022) - Pasar pada esensinya memegang peran penting dalam perekonomian. Tidak hanya sebagai tempat bertemunya pedagang dan pembeli, tempat yang menjual kebutuhan pokok, namun pasar menjadi salah satu tempat perputaran uang dalam jumlah yang besar.

"Meskipun saat ini telah banyak aplikasi yang memperdagangkan barang secara online, peran pasar tidak tergantikan," ungkap Kepala BI Sumatera Barat, Wahyu Purnama di Padang, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu saat peresmian Pasar Siap QRIS untuk Pasar Raya, Pasar Nanggalo dan Pasar Lubuk Buaya Kota Padang. Dikesempatan itu, juga diserahkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dalam rangka implementasi QRIS di tiga pasar tersebut.


Dikatakan, untuk mendukung peran pasar dan pedagangnya sebagai penggerak roda perekonomian, hal yang dapat dilakukan adalah mempermudah transaksi pembayaran dengan memperbaiki sistemnya dan menaikkan kelas pedagangnya.

Caranya, urai dia, dengan menyediakan transaksi non tunai untuk bertransaksi. Yang sebelumnya mungkin hanya ditemui di pasar modern, tapi kini pembayaran non tunai dapat diterapkan dimanapun.

Dijelaskan Wahyu, Bank Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, telah menginisiasi program Pasar Rakyat dan Pusat Perbelanjaan Sehat, Inovatif dan Aman Pakai QRIS (S.I.A.P QRIS) di seluruh Indonesia sebagaimana diaplikasikan di Padang saat ini.

Yaitu, mengimplementasikan kanal pembayaran QRIS dalam ekosistem pasar, baik untuk transaksi pada pedagang pasar, pembayaran retribusi pasar dan lainnya.

"Kami sangat senang melihat perkembangan penggunaan QRIS pedagang hingga lebih dari 50% pedagang telah mengimplementasikan penggunaan QRIS sebagai kanal pembayaran utama yang digunakan di pasar," ungkap Wahyu.

Dalam mengimplementasikan program S.I.A.P QRIS adalah dengan cara scan QRIS menggunakan aplikasi digital payment pada handphone, jaringan internet menjadi pendukung utama.

"Dalam rangka menyukseskan implementasi program Pasar S.I.A.P QRIS, BI menyalurkan penguat jaringan komunikasi (wi-fi), sarana prasarana pendukung dan media publikasi untuk dimanfaatkan di pasar," ungkapnya.

PSBI itu diserahkan pada asosiasi Pasar Raya, Pasar Nanggalo dan Pasar Lubuk Buaya.

"Kami harap hal tersebut dapat dioptimalkan dengan baik untuk mendukung pelaksanaan transaksi di pasar dan mendorong perekonomian di pasar Rakyat khususnya di tiga pasar ini," terangnya.

Transaksi ekonomi dan keuangan digital telah berkembang pesat seiring dengan perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital serta akselerasi digital banking.

Pada Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 41,35% (yoy) mencapai Rp27,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 46,53% (yoy) menjadi Rp3.732,8 triliun.

Peningkatan digital banking itu, diperkuat perluasan QRIS yang mencapai sebanyak 16,4 juta merchant se-Indonesia, sementara di Sumatera Barat tercatat 257.613 merchant pada Maret 2022.

Kemudian, dipicu digital payment yang sebanyak 14,9 juta pengguna se-Indonesia, sementara di Sumatera Barat sebanyak 109.666 pengguna (data periode Januari 2022). (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar