Perempuan Minang Mesti Miliki Keterampilan sebagai Mentor dan Motivator

Al Imran | Sabtu, 30-04-2022 | 14:01 WIB | 1845 klik | Kota Padang
<p>Perempuan Minang Mesti Miliki Keterampilan sebagai Mentor dan Motivator<p>

Direktur PKBM Karang Putih, Asri Astianingsih menerima penghargaan sebagai perempuan inspiratif Kota Padang dari ketua TP PKK, beberapa waktu lalu. (veri riki yanto)

PADANG (29/4/2022) - Direktur PKBM Karang Putih, Asri Astianingsih berpesan, agar kaum perempuan tidak mudah menyerah dan pasrah dengan keadaan tanpa pernah berjuang dan mencoba mengubah keadaan tersebut.

Menurut wanita yang baru saja menerima penghargaan sebagai Perempuan Inspiratif Kota Padang tahun 2022 tersebut, perempuan Minang memiliki peran besar dalam pembangunan Kota Padang.

"Perempuan Minang harus mampu menjadi mentor dan motivator, karena Perempuan Minang adalah Bundo Kanduang yang berperan melahirkan dan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas," ujarnya saat diwawancara, Jumat.


Itu telah ia buktikan melalui serangkaian program yang dilakukan oleh PKBM Karang Putih, yang mampu merubah pola hidup serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya terutama kaum perempuan.

Ia menjelaskan, PKBM Karang Putih yang ia dirikan pada tahun 2008 telah banyak melahirkan dan memberdayakan kaum perempuan baik itu remaja putri maupun para lansia, sehingga lebih produktif.

Di PKBM ini menurut Asri para anggotanya diajarkan berbagai ketrampilan sesuai minat dan bakat, seperti menjahit, membatik, membuat kue hingga memasak.

Yang terbaru, lanjut Asri, PKBM Karang Putih juga membentuk Bank Sampah Sakinah. Di Bank Sampah ini, para ibu diajarkan memilah sampah, dimulai dari sampah rumah tangga masing-masing, kemudian sampah yang telah dipilah tersebut akan dibeli oleh Bank Sampah Sakinah.

"Kita juga mengajarkan mereka mengelola sampah plastik menjadi aneka produk kerajinan maupun peralatan rumah tangga yang bernilai jual," imbuhnya.

Hingga saat ini PKBM Karang Putih sudah memiliki beberapa bidang usaha dan program rutin seperti Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Bacaan, Rumpin Menjahit, wirausaha membatik, wirausaha mandiri dan Posyandu Lansia.

"Hingga saat ini kita sudah melatih lebih dari 2000 orang, sebagian dari mereka sudah mampu berwirausaha mandiri maupun bekerja sebagai tenaga terampil di perusahaan," tutur Asti.

Ia berharap dengan kehadiran PKBM, dapat mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga terutama di bidang ekonomi dan pendidikan, sehingga turut mendukung upaya pemerintah meningkatkan taraf hidup masyarakat. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah