Petani Keluhkan Pupuk Langka, Mahyeldi: Kebutuhan Meningkat, Distribusi Bermasalah

Al Imran | Senin, 09-05-2022 | 17:35 WIB | 301 klik | Kab. Lima Puluh Kota
<p>Petani Keluhkan Pupuk Langka, Mahyeldi: Kebutuhan Meningkat, Distribusi Bermasalah<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin dan masyarakat sekitar, meninjau beberapa titik sentra perkebunan jeruk di Kecamatan Gunuang Omeh, Ahad. (humas)

LIMAPULUH KOTA (8/5/2022) - Pemerintah Sumatera Barat kini tengah menyiapkan pupuk batubara di samping pupuk organik sebagai alternatif substitusi bagi kelompok-kelompok pertanian di Sumbar.

"Keluhan petani disebabkan jumlah persediaan pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan besarnya kebutuhan petani, serta kendala distribusi yang menyebabkan kedatangan suplai ke berbagai daerah tidak tepat waktu," ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi pada kunjunganya ke beberapa titik sentra perkebunan jeruk di Kecamatan Gunuang Omeh, Ahad.

Dijelaskan Mahyeldi, sebagai solusi alternatif solusi bagi persoalan petani tersebut, Pemprov Sumbar mengarahkan petani untuk melakukan substitusi pupuk subsidi dengan kompos dan pupuk kandang melalui pertanian terintegrasi, maupun dengan pupuk batubara yang kini tengah disiapkan pemerintah.


"Mau tidak mau harus kita arahkan kesana, mensubstitusi dengan pupuk kandang maupun pupuk organik. Sekarang sedang kita rancang juga pupuk batubara yang lebih murah serta mampu mereduksi penggunaan pestisida," ujarnya.

Dia mendorong petani, untuk menggerakkan pertanian terintegrasi. Misalnya melakukan aktivitas pertanian secara simultan dengan peternakan. Menurutnya, melalui langkah tersebut petani dapat beralih, sehingga tidak lagi bergantung pada pupuk kimia.

Limbah pertanian dimanfaatkan untuk pakan ternak, kemudian ternak menghasilkan pupuk organik untuk aktivitas pertanian dan perkebunan.

"Kita perbanyak aktivitas dan produktivitas pertanian, kelompok tani tidak cukup dengan bertanam satu komoditi saja."

"Variasi kegiatan pertanian harus ditingkatkan, seperti disini, ada jeruk, juga ada gula aren, ada juga ternak untuk menghasilkan pupuk kandang, nanti dagingnya bisa dijual, jadi pendapatan petani semakin meningkat," lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin turut menyampaikan hal senada perihal pupuk subsidi. Menurutnya, ketersediaan pupuk subsidi saat ini, memang tidak memadai sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, petani perlu alternatif pupuk.

"Dengan pupuk organik, kita rawat sawah, kebun dan ladang lebih arif dan bijak. Tradisional, organik, tapi dikelola secara modern," pungkasnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah