Realisasi PAD Bukittinggi Bertambah Rp3,1 Miliar selama Sepekan Libur Lebaran

Al Imran | Senin, 09-05-2022 | 20:21 WIB | 336 klik | Kota Bukittinggi
<p>Realisasi PAD Bukittinggi Bertambah Rp3,1 Miliar selama Sepekan Libur Lebaran<p>

Taman aneka burung di TMSBK Bukittinggi.

BUKITTINGGI (9/5/2022) - Sektor Pariwisata selama libur lebaran Idul Fitri 1443 H, memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bukittinggi menembus angka Rp3,1 miliar. Ini merupakan pemasukan terhitung dari 2-8 Mai 2022.

"PAD tersebut bersumber dari pungutan retribusi di tiga objek wisata yaitu Benteng Fort de Kock, Panorama Lobang Japang dan Kebun Binatang," ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukitinggi, Hendry di Bukittinggi, Senin.

Menurut dia, pencapaian PAD sebesar Rp3,1 miliar tidak terlepas dari tingginya minat wisatawan datang ke Bukittinggi.


"Kedepannya, kita akan terus meningkat pendapat dari sektor pariwisata. Salah satu caranya dengan meningkatkan destinasi wisata," paparnya.

Ia mengatakan, wisatawan datang berkunjung pada sebuah daerah, harus didukung dengan rasa nyaman dan keramahtamahan dari daerah itu sendiri.

"Untuk Bukittinggi, kita selalu menanamkan kepada petugas agar terapkan sapta penosona ke setiap orang yang datang," paparnya.

"Di samping itu, melalui peran serta dari anggota sadar wisata, juga sangat menunjang. Makanya, kita selalu mengadakan pelatihan bagi kelompok-kelompok yang menunjang kepariwisataan di Bukittinggi," ungkapnya.

Disampaikan, pada objek wisata tak berbayar seperti di Taman Jam Gadang --sebagai ikon Bukittinggi-- kenyamanan wisatawan diutamakan.

Bukittinggi satu kota tujuan wisata terkemuka di Sumatera Barat berada di ketinggian sekitar 780-950 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 16,1 derajat celcius sampai 24,9 derajat celcius, sehingga memiliki udara yang sangat sejuk membuat pengunjung senang datang ke kota itu.

Kota dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari bandara Internasional Minangkabau (BIM) tersebut, memiliki sejumlah objek wisata yang mendukung, berupa Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMS-BK), Panorama Lubang Japang, Benteng For De Kock serta rumah kelahiran Bung Hatta.

Bangunan-bangunan bersejarah yang ada membuktikan Kota Bukittinggi juga sebagai kota tua yang sarat dengan sejarah.

Pendukung wisata lainnya, terdapat sekitar 52 hotel dengan total kamar mencapai kurang lebih 1.237 unit, mulai dari tipe bintang empat, kelas melati, pondok wisata, mess dan homestay. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar