Seluruh Eks NII di Sumbar Tuntas Cabut Ba'iat, Kapolda: Terima Kasih Atas Kesadarannya

Al Imran | Kamis, 12-05-2022 | 16:51 WIB | 35 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Seluruh Eks NII di Sumbar Tuntas Cabut Ba'iat, Kapolda: Terima Kasih Atas Kesadarannya<p>

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa didampingi Mahyeldi (Gubernur Sumbar), Safaruddin (Bupati Limapuluh Kota) diwawancarai wartawan usai prosesi cabut ba'iat massal dan pengucapan sumpah setia Jilid III kepada NKRI, di aula kantor bupati Limapuluh Kota, Kamis. (humas)

LIMPULUH KOTA (12/5/2022) - Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa menyampaikan terima kasih, apresiasi serta penghargaan yang setinggi tingginya atas kesadaran warga di Sumbar yang terpapar aliran radikalisme NII (Negara Islam Indonesia).

Dengan kesadaran tinggi, semua yang terpapar telah kembali menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Tenggang waktu yang saya berikan sampai 20 Mei. Alhamdulillah, sebelum sampai tanggal 20 Mei, seluruhnya telah cabut ba'iat," ucap Irjen Teddy Minahasa usai menghadiri prosesi cabut ba'iat massal dan pengucapan sumpah setia Jilid III kepada NKRI, di aula kantor bupati Limapuluh Kota, Kamis.


Ia menyebut, Mabes Polri sebelumnya menginformasikan, terdapat 1.125 orang di Sumbar terlibat NII. Kemudian, dari pengembangan yang dilakukan, jadi 1.157 orang. "Ada penambahan 32 orang," katanya.

Dijelaskan Irjen Teddy Minahasa, dari data yang telah direlease, di Kabupaten Dharmasraya sebanyak 391 orang, kemudian di Kabupaten Tanah Datar 518 orang dan untuk hari ini adalah 225 orang.

"Seluruhnya yang sudah melakukan cabut ba'iat sejumlah 1.134," tegasnya.

Dia menerangkan, 16 orang pertama telah dilakukan penangkapan dan ada 7 orang yang meninggal dunia. Meninggal dunianya bukan karena penegakan hukum, tetapi sudah takdirnya meninggal dunia.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya seluruh anggota NII yang telah sadar tanpa dipaksa paksa menyatakan setianya kepada NKRI," sebut dia.

Ia menambahkan, seluruh mereka yang telah kembali kepada NKRI tersebut, nantinya akan dilakukan pembinaan dan pengawasan serta monitoring secara bersama-sama dengan stakeholder dan juga elemen bangsa.

"Tugas kita para stakeholder tidak selesai sampai di sini, kita tetap memiliki tanggung jawab moral. Kita harus jadi garda yang terdepan dalam mencegah dan menangkal segala bentuk paham radikal yang merongrong kesaktian Pancasila dan mengganggu keutuhan NKRI," ujarnya.

"Itu jadi tugas dan tanggung jawab kita bersama seluruh elemen bangsa," sambung Irjen Teddy menutup. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar