Pohon Pelindung di Simpang Empat Bakal Dipangkas, Kondisi Sudah Lapuk

Al Imran | Jumat, 13-05-2022 | 14:56 WIB | 291 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Pohon Pelindung di Simpang Empat Bakal Dipangkas, Kondisi Sudah Lapuk<p>

Kepala DLH Pasaman Barat, Armi Ningdel dan jajaran, berkoordinasi seputar rencana pemangkasan pohon pelindung di Kota Simpang Ampek karena sudah lapuk, Kamis. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (12/5/2022) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasaman Barat bersama personel PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera melakukan pemangkasan dan pemeliharaan pohon pelindung yang mengancam keselamatan pengendara di jalan raya.

"Direncanakan, pada hari Ahad (15/5/2022) depan, pemangkasan dan penebangan pohon yang dianggap sudah lapuk akan dilakukan dengan pihak PLN," kata Kepala DLH Pasaman Barat, Armi Ningdel, Kamis.

Menurutnya pihaknya bukan tidak peduli dengan pemeliharaan pohon pelindung yang telah memakan korban jiwa itu. Namun, hanya ingin memastikan pohon pelindung tersebut, masuk aset kabupaten atau provinsi, agar nantinya tidak menyalahi aturan.


"Sebelum pohon pelindung di Batang Tipo Kecamatan Pasaman itu tumbang pada Jumat (6/5/2022), kami telah menyurati Dinas Kehutanan Sumbar, menanyakan status pohon itu karena berada di jalan provinsi. Namun, tidak dibalas dan tiba-tiba kejadian lah pohon tumbang," katanya.

Setelah itu, katanya, pada Selasa (10/5/2022) DLH langsung pergi ke Dinas Kehutanan Sumbar dan dikatakan pohon pelindung itu tidak masuk dalam lokasi kehutanan.

Saat itu, katanya, disarankan agar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di kabupaten. Begitu juga di Bidang Pertamanan dan Lingkungan Hidup juga tidak tercatat sebagai aset.

"Tidak adanya jawaban yang jelas terkait kepemilikan itu, maka kami berkoordinasi dengan Sekda Pasaman Barat dan pihak PLN. Setelah itu di aset Pasaman Barat juga tidak tercatat," katanya.

Pihaknya juga telah memberikan surat permintaan pemangkasan ke PLN, karena tiang listrik dengan tegangan tinggi berada dekat pepohonan itu. Sehingga, diperlukan koordinasi dengan PLN.

"Dari kesepakatan, maka pemangkasan akan dilakukan pada hari Ahad nanti. Jika memang ada pohon yang tidak layak dan membahayakan akan ditebang," sebutnya.

"Kepastian aset ini harus jelas, sehingga tidak menjadi masalah dikemudikan hari," katanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Jurnalis Peduli Lingkungan Pasaman Barat yang telah memberikan masukan dan saran terkait persoalan pohon pelindung.

Salah seorang Jurnalis Peduli Lingkungan Pasaman Barat, Andika Adi Saputra mengharapkan pemangkasan pohon pelindung yang ada di Pasaman Barat segera dilakukan.

"Tidak hanya pohon yang ada di jalan nasional tetapi juga pohon yang ada di areal perkantoran Padang Tujuh," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Hendra Putra menegaskan, pemangkasan pohon pelindung akan segera dilakukan.

"Jika menyangkut keselamatan orang banyak maka pemangkasan harus dilaksanakan," katanya.

Seperti diketahui pada Jumat (6/5/2022) pagi satu mobil Mikrobus Isuzu Nomor Polisi BA 7054 SU tertimpa pohon mahoni di jalan umum Jorong Batang Tipo Nagari Lingkung Aur Kecamatan Pasaman, mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia, Jumat. Selain itu juga mengakibatkan satu orang penumpang dan sopir mengalami luka cukup serius. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Pasaman Barat