Petani Sawit Desak Pemerintah Buka Keran Ekspor

Al Imran | Selasa, 17-05-2022 | 18:19 WIB | 483 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Petani Sawit Desak Pemerintah Buka Keran Ekspor<p>

Petani sawit Pasaman Barat yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), menggelar aksi damai di kantor bupati, Selasa. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (17/5/2022) - Petani sawit Pasaman Barat yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), menggelar aksi damai di kantor bupati, Selasa. Mereka mendesak pemerintah, membuka kembali keran ekspor CPO.

Aksi damai ini berjalan lancar. Petani sawit sangat puas setelah menyapaikan aspirasi di depan kantor bupati Pasaman Barat.

"Kita hanya ingin menyampaikan langsung kondisi petani sawit Pasaman Barat. Harapan kita, pemerintah memperjuangkan nasit petani sawit," ujar Ketua Apkasindo Pasaman Barat, Safridal disela aksi damai.


Apkasindo juga meminta bupati, melindungi masyarakat petani yang terdampak akibat turunnya harga TBS.

Ditegaskan Safridal, nasib petani kelapa sawit di Pasaman Barat, perlu diperjuangkan karena dampak larangan ekspor CPO dan minyak goreng sangat luas.

Kemudian, meminta bupati untuk mendukung pendirian PKS (pabrik kelapa sawit) dan pabrik minyak goreng serta menindak PKS yang melakukan peletakan harga di bawah kesepakatan.

Mereka juga meminta pada gubernur Sumbar untuk merevisi Pergub No 28 Tahun 2020 tentang Pedoman pelaksanaan penetapan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS).

"Meminta Pak Bupati untuk menindak tegas pabrik kelapa sawit (PKS) yang memberlakukan harga di bawah penetapan di Provinsi Sumatera Barat, maksimal 15% lebih rendah dari harga yang ditetapkanprovinsi," terangnya.

"Meminta Bapak Gubernur Sumatera Barat untuk merevisi Pergub No 28 Tahun 2020," tambahnya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar