Petani Sawit Agam Keluhkan Anjloknya Harga Jual TBS

Al Imran | Selasa, 17-05-2022 | 20:14 WIB | 401 klik | Kab. Agam
<p>Petani Sawit Agam Keluhkan Anjloknya Harga Jual TBS<p>

Bupati Agam, Andri Warman menerima aspirasi soal harga TBS yang anjlok dari petani sawit yang tergabung dalam Apkasindo di kantor bupati, Selasa. (humas)

AGAM (17/2/2022) - Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, membuat masyarakat petani mengeluh. Merespon hal tersebut, Bupati Agam, Andri Warman berupaya mencarikan solusi terbaik.

Hal itu diketahui saat petani kelapa sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Agam menggelar audiensi bersama Bupati Agam, Andri Warman, di kantor bupati, Selasa.

Andri tidak memungkiri, anjloknya harga TBS kelapa sawit turut membuat ekonomi masyarakat petani jadi menurun. Sehingga, pihaknya akan berupaya mencarikan solusi terbaik untuk mengatasi kondisi tersebut.


"Pemerintah daerah akan mencarikan win win solution terkait persoalan ini. Bagaimana pun kesejahteraan masyarakat Agam harus diperjuangkan," ujarnya.

Andri menyadari, persoalan harga TBS tidak terlepas dari peran pemerintah, baik pemerintahan tingkat satu maupun pemerintah pusat. Untuk itu, pihaknya bakal membawa aspirasi petani kelapa sawit ke pemerintah setingkat di atas pemerintah daerah.

"Kita akan berupaya membawa persoalan ini untuk dibicarakan di provinsi dan juga berkoordinasi dengan APKASI dimana harga TBS ini juga dialami 146 kabupaten se-Indonesia," ucapnya.

Disebutkan, petani kelapa sawit di Kabupaten Agam terbagi ke dalam dua kategori, yakni petani kebun kelapa sawit perusahaan dan petani kebun kelapa sawit masyarakat.

Menurutnya, perusahaan sawit dan masyarakat petani tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hubungan yang saling membutuhkan.

"Perusahaan tanpa petani kelapa sawit tidak dapat bergerak, demikian juga petani juga membutuhkan perusahaan untuk mensuplai TBS, sehingga keduanya harus menjalin hubungan baik," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Apkasindo Agam, Azwar Syamra mengatakan, petani kelapa sawit di daerah itu sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Pihaknya, berharap pemerintah daerah dapat mengawasi harga TBS.

"Gubernur telah mengeluarkan Surat Edaran No 16 Tahun 2022 yang mana ada tiga item, salah satunya meminta bupati untuk mengawal proses pembalian TBS oleh perusahaan," katanya.

Dikatakan, dampak anjloknya harga TBS kelapa sawit berdampak langsung kepala masyarakat petani. Hal itu diperparah dengan cost produksi yang terbilang tinggi.

"Jadi kami mohon kepada bapak bupati untuk mengawasi hal tersebut, karena hal itu sangat bermanfaat bagi petani sawit di Kabupaten Agam. Kami akan menyampaikan aspirasi secari tertulis ke bupati," ujarnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar