DPT dan Pengguna Medsos Nyaris Sebanding, Adaptasi, Kolaborasi dan Digitalisasi jadi Kensicayaan

Al Imran | Rabu, 18-05-2022 | 17:32 WIB | 111 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>DPT dan Pengguna Medsos Nyaris Sebanding, Adaptasi, Kolaborasi dan Digitalisasi jadi Kensicayaan<p>

Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani memimpin rapat kerja sosialisasi pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan sumber daya manusia dengan KPU kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, Rabu. (parmas)

PADANG (18/5/2022) - Ketua KPU Sumatera Barat, Yanuk Sri Mulyani mengungkapkan, dari 273 juta penduduk Indonesia, sebanyak 191 juta orang di antaranya adalah pengguna media sosial (Medsos).

"Ini angka menarik. Pada Pemilu 2019 lalu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 192 jutaan. Terlihat, angka pengguna medsos dan jumlah DPT nyaris sebanding. Tentunya penggunaan medsos jadi keniscayaan," jelas Yanuk Sri Mulyani di Padang, Rabu.

Pernyataan ini disampaikan Yanuk pada kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih partisipasi masyarakat dan sumber daya manusia (Sosdiklih, Parmas dan SDM) dengan KPU kabupaten dan kota se-Sumbar di aula KPU Sumbar. Ini merupakan salah satu agenda strategis jelang memasuki pelaksanaan tahapan Pemilu 2024.


Dikesempatan itu, Yanuk didampingi Ketua Divisi Teknis, Gebril Daulai, Izwaryani (Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM), Yuzalmon (Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi) dan Sekeretaris KPU Sumbar Firman serta Kabag Teknis, Sutrisno dan para Kasubag dilingkungan KPU Sumbar lainnya.

Dikatakan Yanuk, saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui makna Pemilu 2024. Masih banyak yang beranggapan, serentak itu dalam melaksanakan pemilihan presiden, legislatif dan kepala daerah (Pilkada).

"Padahal, dilaksanakan dalam dua waktu berbeda," ujar Yanuk Sri Mulyani.

Terkait fenomena jumlah DPT dan pengguna Medsos ini, Yanuk menyarankan jajaran KPU se-Sumatera Barat, mengoptimalkan fungsi Medsos dalam menyebarkan informasi terkait kepemiluan. Seperti melalui website, Instagram, Twitter dan Tik Tok.

Generasi X dan Y Mengecil

Sementara, Gebril Daulai menyebutkan, KPU sebagai lembaga penyelengara Pemilu harus mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

"Berdasarkan sensus penduduk Sumbar Tahun 2020, demografi penduduk Sumbar sudah tidak lagi didominasi oleh generasi X dan Y," ujar Gebril Daulai.

Dikatakan, saat ini di Sumbar persentase pemilih adalah 2,2 persen baby boomer, Generasi X 19,68 persen, Generasi Y atau Milenial Dewasa 24,25 persen, Generasi Y/Milenial Muda 30,56 persen, Post Generasi Z.

Secara umum, pengelompokan ini berdasarkan kategori usia. Babby boomers merupakan generasi dengan usia 53-71 tahun, Generasi X (41-52 tahun), Generasi Y atau Milenial Dewasa (31-40 tahun), Generasi Y/Milenial Muda (22-30 tahun) dan Post Generasi Z (kurang dari 22 tahun).

"Ada tiga kunci sukses dalam pelaksanaan sosialisasi yakni, adaptasi dengan perubahan, koloborasi dan digitalisasi," tegasnya.

Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sumbar, Yuzalmon mengatakan, Data Pemilih secara nasional sekitar 190,5 juta orang. Untuk Sumbar sendiri, memiliki 3.717.925 pemilih.

"Untuk memperkuat proses sosialisasi dan pendidikan pemilih perlu dilakukan konsolidasi organisasi kolaboratif dan pemanfaatan semua sarana yang ada baik Medsos dan website," kata Yuzalmon.

Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Sumbar, Izwaryani juga menyebutkan, demokrasi merupakan proses suci dalam memindahkan kedaulatan rakyat pada seorang pemimpin yang mereka percayai, berdasarkan Undang-Undang Dasar.

"Ini kegiatan Luring pertama yang dilakukan KPU Sumbar. Terkait rapat sosialisasi adalah proses belajar. Dalam proses sosialisasi, kita harus memastikan atau mengajarkan pada masyarakat untuk memilih orang yang tepat jadi pemimpin, karena ini berhubungan dengan hajat hidup kita semua," pungkas Izwaryani. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar