Kantor Bupati Pasaman Barat Sediakan Layanan Pembuatan Paspor

Al Imran | Kamis, 19-05-2022 | 22:25 WIB | 377 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Kantor Bupati Pasaman Barat Sediakan Layanan Pembuatan Paspor<p>

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumbar, Novianto Sulastono bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pasaman Barat Defi Irawan didampingi Sekretaris Yosmar Difia dan lainnya, memukul gendang tanda diresmikannya layanan pembuatan paspor di kantor bupati Pasaman Barat, Kamis. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (19/5/2022) - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam dan Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, membuka kantor pelayanan paspor di Simpang Empat, Pasaman Barat, Kamis. Layanan ini diyakini akan membuat masyarakat terbantu.

"Sangat membantu dan memudahkan sekali. Kami tidak perlu jauh-jauh mengurus paspor ke Bukittinggi lagi. Cukup di Simpang Empat saja," ungkap salah seorang warga Simpang Empat yang mengurus Paspor, Nurhadi di Simpang Empat.

Menurutnya ia bersama warga lainnya tidak perlu jauh-jauh naik mobil ke Bukittinggi untuk mengurus paspor. Jika ke Bukittinggi harus menempuh perjalanan sekitar empat jam perjalanan. Belum lagi biaya yang lainnya.


"Apalagi jika persyaratan kurang maka akan bolak-balik ke Simpang Empat," ujarnya.

Pemohon lainnya Musrina mengatakan ia cukup mengeluarkan uang Rp350 ribu untuk mengurus paspor di Simpang Empat.

"Jika kita ke Bukittinggi tentu biaya yang akan kita keluarkan akan lebih besar, belum lagi lamanya waktu kesana," katanya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pasaman Barat Defi Irawan didampingi Sekretaris Yosmar Difia mengatakan, Kamis ini merupakan peluncuran pengurusan paspor yang bisa diproses di aula kantor bupati Pasaman Barat.

"Kita ingin masyarakat terlayani mengenai paspor dengan cepat dan mudah. Apalagi sebentar lagi sangat berguna bagi calon jemaah umrah dan haji," katanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam dan Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat yang mendukung penuh adanya pelayanan paspor di Simpang Empat.

"Terima kasih atas semua dukungan dan terutama dukungan Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat," katanya.

Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Hendra Putra mengatakan, Pasaman Barat memiliki potensi perkebunan kelapa sawit, biji besi dan wisata dan aktifitas ke luar kota cukup tinggi.

Berdasarkan itu, maka Pemkab Pasaman Barat merasa perlu adanya pelayanan paspor di Simpang Empat dan tidak perlu lagi pergi ke Kantor Imigrasi di Bukittinggi.

Selain itu, katanya, sebentar lagi banyak warga Pasaman Barat yang akan melaksanakan ibadah haji dan umrah, sehingga mempermudah mengurus paspor.

Kemudahan

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumbar, Novianto Sulastono saat menghadiri peluncuran paspor di Simpang Empat mengatakan, kerjasama Pemkab Pasaman Barat dengan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam dengan delapan daerah kerjanya, akan berimbas pada kemudahan pembuatan dokumen keimigrasian masyarakat di daerah.

"Dengan tinjauan geografisnya, warga Pasaman Barat akan terbantu untuk pembuatan dokumen keimigrasian khususnya paspor, tidak perlu lagi harus ke Bukittinggi jauh-jauh untuk mengurusnya," katanya.

Menurutnya, Program Eazy Passport diluncurkan, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya di bidang keimigrasian, serta sebagai langkah progresif dalam peningkatan jumlah penerbitan paspor dan penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala Kantor Imigrasi Agam, Qriz Pratama mengatakan pelayanan paspor jemput bola itu menjadi salah satu produk unggulan Imigrasi Agam terutama bagi pemohon yang termasuk golongan rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil dan menyusui serta penyandang difable.

"Pemohon dapat menghemat tenaga, waktu dan ongkos karena tidak perlu repot pergi ke kantor imigrasi jauh di Bukittinggi, perwakilan cukup menginformasikan tanggal, lokasi dan jumlah pemohonnya, nanti petugas kami akan datang ke Pasaman sesuai dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan," sebutnya.

Dia menyebutkan persyaratan yang harus dibawa pemohon, saat wawancara paspor antara lain E-KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran atau Ijazah atau buku nikah serta persyaratan pendukung yang disesuaikan dengan tujuan pembuatan paspor. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar