Aliansi Mahasiswa Pasbar Demo Bupati

Tindak Pabrik Sawit yang Permainkan Harga TBS di Masa Pelarangan Ekspor CPO

Al Imran | Jumat, 20-05-2022 | 16:15 WIB | 117 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Tindak Pabrik Sawit yang Permainkan Harga TBS di Masa Pelarangan Ekspor CPO<p>

Bupati Pasbar, Hamsuardi mendengarkan aspirasi Aliansi Mahasiswa Pasbar yang menggelar aksi demonstrasi di halaman kantor bupati, Jumat. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (20/5/2022) - Puluhan mahasiswa Pasaman Barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pasbar, mengecam tindakan pabrik-pabrik sawit yang memanfaatkan isu tentang larangan ekspor produk minyak sawit dan CPO, sehingga memutuskan harga Tandan Buah Segar (TBS) secara sepihak.

Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi menjawab tuntutan Aliansi Mahasiswa Pasbar, mengucapkan terimakasih atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa itu. Ia mengatakan, hal tersebut juga merupakan sebagai upaya menjawab secara langsung permasalahan yang disampaikan sekaligus sebagai instrospeksi bagi dirinya sebagai pimpinan daerah.

"Saya yakin dan percaya, apa yang disampaikan mahasiswa ini adalah demi kepentingan kita semua. Apapun yang kalian sampaikan, juga sebagai introspeksi saya dalam membangun Pasbar," ucap Hamsuardi saat menerima aspirasi mahasiswa dalam aksi damai, di depan kantor bupati dan berlanjut di gedung DPRD Pasbar, Jumat.


Mengenai tenggang waktu yang diberikan atas tuntutan tersebut, lanjutnya, tidak bisa diselesaikan dalam tujuh hari. Ia meminta kelonggaran waktu, karena menyelesaikan sebuah permasalahan yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak tentu tidak mudah.

"Kami mendapat kabar, harga sawit menurun pada hari Sabtu sebelum lebaran. Sudah kita cek ke beberapa pabrik, bahkan ada satu pabrik yang tidak membongkar sawit lebih kurang 300 truk yang menyebabkan terjadinya hal ini."

"Buah yang menumpuk, ada yang tidak terjual dan lain sebagainya. Pemkab Pasbar bersama DPRD akan menindaklanjuti secara tegas, sebagai jawaban atas poin tuntutan pertama dan kedua," ujar Hamsuardi.

Selain sawit, harga pupuk di Pasbar juga mengalami kendala. Biasanya berkisar diantara harga Rp180 ribu, saat ini mencapai Rp400 ribu. Seperti permasalahan sawit, permasalahan harga pupuk juga harus ditindaklanjuti.

"Insya Allah, hari ini juga kita akan ke lapangan untuk meninjau secara langsung. Berapa harga beli, berapa dia jual, dan kemana akan dia jual. Kepada masyarakat, mari kita awasi bersama," lanjutnya.

Tuntutan aliansi mahasiswa mengenai pencopotan Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Pasbar yang tidak mampu mengatasi permasalahan harga sawit, tentunya akan dilakukan evaluasi terkait jabatan yang ia emban. Jika terjadinya penyelewengan dan bekerja tidak semestinya maka jabatan tersebut harus bersedia dicopot.

Selanjutnya, tuntutan Aliansi Mahasiswa Pasbar mengenai penetapan wali nagari induk sudah dianggarkan di seluruh nagari. Kordinasi dengan kementerian tetap terjalin, terutama mengenai nagari yang diusulkan untuk pemekaran.

Disamping itu, Koordinasi Umum Aliansi Mahasiswa Pasbar, Fardian Pratama menjelaskan masyarakat Pasbar sangat bergantung terhadap harga sawit dan harga pupuk.

Meskipun presiden telah membuka larangan ekspor produk minyak sawit, namun tidak ada pernyataan mengenai jaminan harga sawit yang menjadi harapan masyarakat Pasbar. Ia ingin pemerintah memikirkan harga sawit dan juga permasalahan lainnya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar