ASN Ber-AKHLAK Diluncurkan, Mahyeldi: Momentum Mendobrak Stigma Negatif

Al Imran | Jumat, 20-05-2022 | 16:39 WIB | 710 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>ASN Ber-AKHLAK Diluncurkan, Mahyeldi: Momentum Mendobrak Stigma Negatif<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama Ary Ginanjar (founder ESQ), Audy Joinaldy (Wagub) dan jajaran, usai peluncuran nilai-nilai dasar ASN Ber-AKHLAK dan employee branding 'ASN Bangga Melayani Bangsa,' yang digelar secara hybrid di gubernuran, Jumat. (humas)

PADANG (20/5/2022) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan nilai-nilai dasar ASN Ber-AKHLAK dan employee branding 'ASN Bangga Melayani Bangsa.' Kegiatan ini dihadiri seluruh bupati dan wali kota di Sumatera Barat secara Luring maupun Daring di gubernuran, Jumat. Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 Tahun 2022.

ASN BerAKHLAK merupakan akronim dari "Aparatur Sipil Negara Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif." Ini sebagai fondasi baru bagi aparatur sipil negara. Digagas Kemenpan-RB bekerjasama dengan Kemendagri. Penerapan core value ini bertujuan untuk mewujudkan ASN yang profesional dan berbudaya melayani.

"Nilai-nilai dasar berakhlak, sebagaimana didefinisikan Kemenpan-RB, akan terbentuk ketika kita bekerja dengan baik untuk sang Khalik, Allah SWT," ujar Gubernur Sumbar, Mahyeldi usai peluncuran secara resmi di lingkup pemerintahan Sumatera Barat.


Dikatakan Mahyeldi, disamping akronim dari Kemenpan-RB, berakhlak juga memiliki makna yang merepresentasikan hubungan antara makhluk dengan sang khalik. Dalam pembukaan Undang-undang Dasar juga dibunyikan, bahwasanya kemerdekaan adalah berkat rahmat Allah yang Maha kuasa, yang kemudian diformulasikan dalam Pancasila pada Sila :ertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Demikian juga dengan pasal-pasal yang terdapat dalam UUD, oleh sebab itu berakhkak yang dimaksud akan betul-betul terimplementasi secara baik, jika hubungan kita dengan sang khalik terjaga dengan baik," urai Mahyeldi.

Ia berharap, dengan diluncurkannya core value ASN BerAKHLAK di Provinsi Sumatera Barat, ASN betul-betul dapat melayani bangsa dengan akuntabel, bisa dipertanggungjawabkan dan bisa pula dipertanggunggugatkan.

"Insya Allaah dengan internalisasi nilai-nilai ini ASN akan menjadi lebih baik dan bangga melayani bangsa. Harapan kita tentu saja ASN BerAKHLAK tidak hanya sekadar menjadi jargon, tetapi mampu mendobrak stigma-stigma negatif. ASN tidak boleh lambat apalagi memperlambat," tegasnya.

Sementara itu, hadir selaku narasumber, motivator Ary Ginanjar Dia optimistis dengan penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dengan catatan seluruh aparatur sipil negara menginternalisasi core value dengan baik.

"Seandainya ASN Ber-AKHLAK disambut oleh seluruh rakyat Indonesia, saya optimistis, Indonesia Emas 2045 akan jadi kenyataan," tutur founder ESQ itu.

Bagi Ary, core value ASN adalah akal moral untuk membangun Indonesia agar bisa lebih maju. Ary menambahkan nilai Berorientasi Pelayanan bisa menjadi kompas bagi ASN, sedangkan akhlak merupakan jangkarnya.

Dengan menerapkan nilai dasar ini, ASN juga dapat menjadi role model keselarasan visi dan misi bangsa.

Senada dengan Mahyeldi, Ber-AKHLAK menurut Ary, tidak boleh sekadar jargon saja. ASN harus bisa mendobrak stigma negatif. Ketika ASN terbiasa memberikan pelayanan yang baik dan sesuai prosedur, praktik korupsi dapat dihindari.

Ia berharap, Ber-AKHLAK juga dapat ditanamkan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Turut hadir pula dalam kegiatan peluncuran tersebut, Deputi bidang Sumber Daya Manusia Kemenpan-RB, Alex Denni selaku narasumber serta Sekretaris Jenderal Kemendagri, Suhajar Diantoro secara daring. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar