Ini Ulama yang Menasehati sehingga Hendri Septa Putuskan Mundur jadi Petugas Haji Daerah 2022

Al Imran | Minggu, 22-05-2022 | 23:01 WIB | 165 klik | Kota Padang
<p>Ini Ulama yang Menasehati sehingga Hendri Septa Putuskan Mundur jadi Petugas Haji Daerah 2022<p>

Wako Padang, Hendri Septa mendengarkan nasehat ulama seputar jadi petugas haji daerah (PHD) di rumah dinas wali kota, Ahad. Hendri akhirnya memutuskan mundur jadi PHD setelah pertemuan dengan ulama itu. (humas)

PADANG (22/5/2022) - Wali Kota Padang, Hendri Septa memutuskan mundur sebagai petugas haji daerah (PHD) musim 2022 ini.

"Saya sekarang lebih fokus bekerja dan bekerja, membangun Padang. Keputusan mundur ini diambil setelah saya mendengarkan nasehat ulama," terang Hendri Septa di Padang, Ahad.

Keputusan mundur ini diambil Hendri Septa, setelah meminta nasehat pada Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Padang, Edy Oktaviandi, Ketua MUI, Japeri Jarab, Ketua DMI, Maigus Nasir, Ketua Masjid Agung Nurul Iman, Prof Salmadanis dan Tenaga Ahli Wali Kota, Muhammad Taufik.


"Saya mendengarkan dan menaati nasehat ulama, termasuk dalam memilih untuk lebih fokus membangun kota Padang. Beberapa keputusan penting selalu saya menghadap ke ulama dulu. Semoga keputusan ini baik, terutama bagi warga Padang," harap Hendri.

Dengan fokus mengurus Kota Padang, apalagi sejauh ini, Kota Padang belum memiliki Sekdako defenitif dan wakil wali kota. Selain itu, slot keberangkatan haji Hendri Septa, bisa diisi untuk jamaah lain, yang mungkin saja sudah bertahun-tahun tertunda keberangkatannya.

Kata Hendri Septa, mulainya ia diminta untuk ikut seleksi. Dirinya mengikuti seleksi. Ada 20 peserta yang diseleksi. Dirinya kemudian dinyatakan lulus dengan nilai terbaik.

Terhadap keputusan lebih fokus membangun Padang tersebut, dirinya segera berkoordinasi dengan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar.

Seperti diberitakan, Hendri Septa terpilih menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) Sumbar, bersama sembilan orang lainnya. Hal tersebut berdasarkan proses seleksi yang dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar. Ia meraih nilai tertinggi di antara para peserta lain.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar, Joben mengatakan, anggota PHD akan berada di Tanah Suci selama 40 hari, mulai jamaah berangkat hingga kembali ke Sumbar.

Kloter pertama jemaah haji Sumbar akan masuk ke asrama, mulai 3 Juni 2022. Sehari setelahnya, berangkat ke Tanah Suci. PHD akan ikut selama 40 hari sampai jamaah balik lagi ke Sumbar.

Anggota PHD lainnya bertugas membantu petugas haji kloter di bidang pelayanan umum, manasik haji, pembinaan jemaah, akomodasi, transportasi, dan sebagainya.

"PHD ini bertugas membantu petugas kloter. Petugas kloter ini ada ketua, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat," kata Joben.

Terpisah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Padang, Maigus Nasir mendukung penuh Keputusan Wali Kota Padang untuk lebih fokus bekerja membangun kota Padang

"Kami memang menyarankan sebaiknya Pak Wali Kota Hendri Septa, lebih fokus membangun kota Padang. Alhamdulillah, saran kami ini beliau terima. Beliau lebih mengedepankan kepentingan masyarakat," ucap Maigus Nasir yang diamini Prof Salmadanis.

Diketahui, PDH 2022 yakni Asrat Chan, Mulyadi Muslim, Solsafad, Sudarman, Ito Hadi Sista, Aidil Alfin, Ramadhani Kirana Putra, Nilma dan Muhammad Ridwan. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar