Padang Panjang Berkomitmen Angka Stunting Turun Jadi 14 Persen pada 2024

Al Imran | Rabu, 25-05-2022 | 18:02 WIB | 648 klik | Kota Padang Panjang
<p>Padang Panjang Berkomitmen Angka Stunting Turun Jadi 14 Persen pada 2024<p>

Sekretaris Bappeda Padang Panjang, Argus Sa'adah sebagai pembicara dan fasilitator pertemuan Analisa Situasi dan Pemetaan Program Stunting (Aksi1), Rabu. (kominfo)

PADANG PANJANG (25/5/2022) - Pemko Padang Panjang menargetkan angka stunting dapat ditekan jadi 16 persen pada tahun 2023 mendatang. Kemudian, jadi 14 persen pada tahun 2024. Upaya mewujudkan itu, Pemko melakukan sejumlah langkah dan program.

Hal itu mengemuka dalam Pertemuan Analisa Situasi dan Pemetaan Program Stunting (Aksi1) yang digelar sejak Selasa (24/5/2022). Pada hari kedua pelaksanaan pertemuan, Rabu di ruang pertemuan Hotel Rangkayo Basa, Sekretaris Bappeda, Argus Sa'adah sebagai pembicara dan fasilitator pertemuan menyebutkan dibutuhkan dukungan data dari OPD dan stakeholder terkait.

"Semakin cepat ketersediaan data yang dibutuhkan dalam penentuan locus penurunan stunting, maka akan semakin cepat dan efisien usaha kita dalam menurunkan angka stunting di Kota Padang Panjang," jelas Argus Sa'adah.


Dikatakan, ada 8 Aksi Integrasi yang perlu segera disinergikan, agar langkah-langkah penurunan stunting bisa efektif dan efisien.

"Delapan aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi tersebut antara lain analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, Perwako Kewenangan Kelurahan, pembinaan kader pembangunan masyarakat, manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, dan review kinerja tahunan," paparnya.

Sebagai tindak lanjut amanat Peraturan Presiden (Perpres) No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan, jajaran Bappeda dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Panjang bergerak cepat untuk penetapan lokasi focus (locus) penurunan stunting tahun 2022 ini.

Perpres ini merupakan pengganti Peraturan Presiden No 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan perbaikan Gizi. Sebagai informasi, data angka stunting Kota Padang Panjang menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 sebesar 20 %.

Dinkes yang merupakan leading sector dalam penanganan penurunan angka stunting di Kota Padang Panjang, juga berharap dukungan dan partisipasi dari lintas OPD dan stakeholder terkait dapat segera memenuhi data-data yang dibutuhkan dalam pekan ini.

Kepala Dinkes, dr Faizah mengajak seluruh stakeholder terkait untuk saling mendukung dalam usaha penurunan angka stunting sesuai peran masing-masing.

"Kita optimistis, angka stunting di Kota Padang Panjang bisa kita turunkan hingga 14 persen pada tahun 2024 mendatang," tutur dr Faizah. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar