Gubernur Sumbar Resmikan Museum Syekh Sulaiman Arrasuli

Al Imran | Kamis, 26-05-2022 | 18:02 WIB | 263 klik | Kab. Agam
<p>Gubernur Sumbar Resmikan Museum Syekh Sulaiman Arrasuli<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi melihat maket museum Syekh Sulaiman Arrasulli, Kamis pagi. Museum ini berlokasi di Simpang Gadung Buya, Jl Syekh Sulaiman Arrasuli, Jorong Lubuak Aula, Nagari Canduang, Koto Laweh. (humas)

AGAM (26/5/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menilai, kehadiran Museum Syekh Sulaiman Arrasuli, menandakan bahwa pahlawan-pahlawan dari Ranah Minang ini banyak memberikan kontribusi bagi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 dulu.

Mahyeldi juga berharap, diresmikannya museum Syekh Sulaiman Arrasulli pada Kamis ini, sebagai salah satu wadah pembelajaran bagi masyarakat sekaligus dapat meneladani perjuangan pendiri Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang (MTI) Canduang itu.

"Syekh Sulaiman Arrasuli, bukan hanya sebagai ulama, guru ataupun pendidik, tapi ia juga merupakan seorang yang peduli pada politik, yang dibuktikan dengan beliau pernah jadi Anggota Konstituante dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI)," ungkap Mahyeldi, Kamis pagi.


Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat peresmian museum yang beralamat di Simpang Gadung Buya, Jl Syekh Sulaiman Arrasuli, Jorong Lubuak Aula, Nagari Canduang, Koto Laweh. Peresmian museum tersebut, juga jadi salah satu pendukung penasbihan Syekh Sulaiman Arrasuli jadi Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Dikatakan, museum juga membuat masyarakat selalu teringat bahwa di negeri ini pernah lahir seorang pejuang dan ulama besar yang dengan total mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat Sumatera Barat dan Rakyat Indonesia secara umum.

"Agar menjadi masyarakat yang cerdas dengan peradaban yang jauh lebih maju menuju masyarakat moderen, namun tetap berpegang teguh kepada kaidah dan hukum kehidupan yang berlaku sebagai umat Muslim yang tak lepas dari Sunnah Rasulullah Muhammad," katanya.

Syekh Sulaiman Arrasuli ini, terang Mayeldi, sudah mengislamkan banyak orang. Beliau seorang ulama yang berdedikasi tinggi yang mengobarkan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat Sumatera Barat dan Rakyat Indonesia, yang ditandai dengan karya kitab-kitab beliau.

Kebijaksanaan Syekh Imam Arrasuli yang akrab disebut oleh Inyiak Canduang ini, ditandai pada masa itu masyarakat Minangkabau yang tidak mau menerima non-muslim masuk ke daerahnya, namun dengan kebijksanaan dan kasih sayang beliau yang begitu besar, beliau mengislamkan istrinya yang pada waktu itu masih belum masuk Islam.

Hal tersebut disampaikan cucu Inyiak Canduang, Ferri AM Arrasuli sekaligus penulis buku biografi yang berjudul "Cinta Agung Ibu," buku tersebut bercerita tentang perjuangan istri Syekh Sulaiman Arrasuli, yang meninggalkan agama yang dianutnya, melepaskan agamanya dan seluruh jiwa raganya untuk ranah Minangkabau.

Dalam kegiatan itu, Mahyeldi juga melakukan penanaman bibit pohon di Halaman Panjang dan pemberian Ijazah bagi santri dan santriwati di Pondok Pesantren MTI Candung. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar