Tiga Poin Penyelesaian Lahan Eks Lapangan Terbang Gadut Disepakati

Al Imran | Kamis, 26-05-2022 | 18:11 WIB | 482 klik | Kab. Agam
<p>Tiga Poin Penyelesaian Lahan Eks Lapangan Terbang Gadut Disepakati<p>

Bupati Agam, Andri Warman menandatangani berita acara kesepakatan penyelesaian masalah tanah eks lapangan udara Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Rabu. (humas)

AGAM (25/5/2022) - Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Agam gelar rapat koordinasi, dalam penyelesaian tanah eks lapangan terbang Gadut, Rabu.

Rakor ini difasilitasi kantor ATR/BPN Agam yang diikuti Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, Forkopimda, ninik mamak, AURI dan lainnya. Rakor dibuka Sekdakab Agam, Edi Busti yang mewakili bupati Agam.

Edi Busti mengatakan, GTRA ini adalah wadah dalam mempercepat penyelesaian persoalan tanah, baik yang berhubungan dengan aset negara maupun tanah terlantar.


"Maka kita melalui GTRA berupaya selesaikan persoalan tanah eks lapangan terbang Gadut ini, dengan konsep keadilan berdasarkan ketentuan berlaku," ujarnya.

Penyelesaian, katanya, perlu segera dilakukan agar nanti ada keadilan dalam hukum, karena tanah eks lapangan terbang Gadut tercatat sebagai aset negara, tapi luasnya berbeda dari berbagai versi.

"Versi AURI dengan masyarakat luas tanah itu berbeda, ini yang harus disamakan persepsi, berapa luas tanah itu sesungguhnya," sebutnya.

Di Agam, kata Edi Busti, persoalan tanah bukan eks lapangan terbang Gadut saja, tapi banyak yang harus diselesaikan dengan menjaga stabilitas di tengah masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sumbar melalui Kepala Dinas Perkim dan Pertanahan, Rifda Suryani mengakui, permasalahan tanah di Sumbar akhir-akhir ini meningkat.

"Permasalahan ini timbul akibat ketimpangan baik disegi kepemilikan maupun pemanfaatannya," katanya.

Atasi persoalan tanah ini, katanya, pemerintah telah menggulirkan reforma agraria, sebagai upaya menata ulang agar terwujud kepastian hukum dan keadilan dalam kepemilikan dan pemanfaatan tanah.

Dengan begitu, ia apresiasi Kabupaten Agam yang bergerak cepat dalam membentuk GTRA, bahkan menurut catatannya baru tiga daerah miliki GTRA di Sumbar.

"Semoga melalui GTRA persoalan tanah eks lapangan terbang Gadut bisa segera diselesaikan, karena selama ini belum ditemukan titik terangnya," tukasnya.

Tiga Poin Penyelesaian

Di akhir acara, Tim GTRA Agam berhasil peroleh berbagai kesimpulan, sebagai proses penyelesaian masalah tanah eks lapangan udara Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang. Terdapat tiga poin dan telah disepakati antara tim GTRA Agam dengan ninik mamak dan AURI.

Ketiga poin itu seperti, tim akan melengkapi serta menyempurnakan data hasil inventarisasi dan identifikasi, yang telah dilaksanakan sebelumnya secara lengkap di kegiatan GTRA, untuk dapatkan data fisik dan yuridis Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Kemudian meminta seluruh pihak untuk mendukung kegiatan inventarisasi dan identifikasi, yang dilakukan tim GTRA Kabupaten Agam 2022.

Selanjutnya, mengupayakan kegiatan GTRA Agam dalam penyelesaian potensi konflik sengketa agraria/pertanahan eks lapangan udara Gadut menuju suatu kepastian hukum.

"Hasil yang disepakati ini akan segera kita tindak lanjuti," ujar Bupati Agam, Andri Warman saat menutup Rakor GTRA itu.

Adanya kesepakatan itu, diharapkannya masalah sengketa tanah eks lapangan udara Gadut bisa secepatnya selesai.

"Secara bertahap penyelesaian masalah ini kita usulkan pada pihak lebih tinggi. Semoga nanti hasilnya sama-sama menguntungkan baik bagi AURI, pemerintah daerah maupun masyarakat," sebutnya.

Dengan begitu, ia apresiasi semua pihak yang telah ikuti rakor ini hingga selesai, bahkan diharapkannya dalam waktu tidak lama permasalahan ini bisa selesai.

Dalam rakor ini, GTRA datangkan narasumber dari unsur Kementerian ATR/BPN, akademisi, kantor pelayanan kekayaan negara dan Kejaksaan Agam. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar