RDP dengan PT Semen Indonesia

Produksi Semen Sudah Over Supply, Nevi: Saham di Bursa Efek Menurun di 2021

Al Imran | Kamis, 26-05-2022 | 18:23 WIB | 104 klik | Nasional
<p>Produksi Semen Sudah Over Supply, Nevi: Saham di Bursa Efek Menurun di 2021<p>

Anggota Komisi VI DPR RI, Hj Nevi Zuairina.

JAKARTA (25/5/2022) - Anggota Komisi VI DPR RI, Hj Nevi Zuairina meminta, agar holding beberapa pabrik semen milik negara, menjaga moratorium pabrik semen demi mengurangi over supply.

"Di Pulau Jawa, produksi semen sudah mencapai angka 65 juta ton, sementara permintaan hanya 38 juta ton. Berarti ada 27 juta ton yang tidak terpakai," ungkap Nevi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Semen Indonesia, Rabu.

Dikatakan Nevi, jumlah pemain (pabrik) semen juga cukup banyak. Sementara, permintaan yang cenderung stagnan. Ini jadi tantangan berat Industri Semen Indonesia. Menurut Nevi, PT Semen Indonesia harus mampu berkolaborasi dengan banyak pihak.


"Salah satu yang perlu diperbaiki adalah koordinasi dengan stakeholder terkait khusus kementerian dan lembaga. Ini terkait persoalan saat perizinan dua pabrik baru yang beroperasi yang tidak diketahui oleh BPPM," ungkap Nevi pada rapat itu.

Politisi PKS ini mengaku, mendapatkan informasi terkait tidak ada kejelasan perizinan dua pabrik semen baru yang sudah beroperasi. Dia menegaskan, tidak ada izin pendirian pabrik semen baru, karena ada moratorium. Namun, ternyata ada dua pabrik semen yang baru beroperasi.

Sesuai dengan kesepakatan rapat, Nevi menyarankan, agar perusahaan holding dan berbagai anak perusahaannya, membuat model bisnis dan strateginya untuk meningkatkan ekspor.

Peningkatan ekspor ini di masa datang diharapkan, Indonesia menjadi pemain industri semen regional dan global setelah mandiri dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Nevi mengatakan, pada saat rapat terjadi perkembangan dialog terkait adanya investasi perusahaan Holding Semen ini di Vietnam. Anggota komisi VI bersepakat agar PT Semen Indonesia dapat memberikan penjelasan terkait investasi ini.

"Kami semua di Komisi VI menyetujui bila PT Semen Indonesia terus menerus melakukan inovasi kreasi untuk menambah pendapatan," ungkapnya.

Sepanjang tahun 2021, terang Nevi, SMGR sebagai kode emiten PT Semen Indonesia di Bursa Efek, mencatat penurunan pendapatan 0,6% secara tahunan jadi Rp34,96 triliun dari sebelumnya Rp35,17 triliun.

"Catatan terkait kinerja yang kurang di tahun 2021 lalu, harus jadi pelajaran agar diperbaiki di tahun 2022 ini," tutup Nevi Zuairina. (vri)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar