16 Persyaratan Konversi Bank Nagari ke Bank Umum Syariah masih Belum Lengkap

Al Imran | Senin, 30-05-2022 | 20:35 WIB | 117 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>16 Persyaratan Konversi Bank Nagari ke Bank Umum Syariah masih Belum Lengkap<p>

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memimpin rapat percepatan konversi Bank Nagari ke bank umum syariah di Padang, Senin. Ikut hadir dalam rapat itu, Komisaris Utama Bank Nagari, Benni Warlis serta Muhammad Irsyad (Direktur Utama) didampingi direksi serta kepala-kepala cabang Bank Nagari. (humas)

PADANG (30/5/2022) - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memastikan, potensi orang Minang di luar daerah memiliki potensi luar biasa. Banyak yang berprofesi sebagai pedagang ataupun pengusaha. Potensi ini mesti digarap secara serius, untuk percepatan menuju konversi Bank Nagari ke sistem syariah.

"Strategy corporate banking harus menyasar ini. Kalau direksi dan pemerintah yang bersama-sama mengajak, saya yakin, perantau kita yang belum jadi nasabah akan bersedia menabung di Bank Nagari Syariah itu nanti," kata Audy di Padang, Senin.

Pernyataan ini disampaikan Audy, usai pertemuan dengan Komisaris Utama Bank Nagari, Benni Warlis serta Muhammad Irsyad (Direktur Utama) didampingi direksi serta kepala-kepala cabang Bank Nagari.


Pertemuan ini menindaklanjuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Nagari Juni 2021 lalu yang menyepakati konversi Bank Nagari menjadi bank umum syariah, yang akan dilakukan pada Januari 2023 mendatang.

Dikatakan, setelah konversi nantinya, Bank Nagari bukan tidak mungkin menjadi salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia. Apalagi kalau didukung dengan potensi besar perantau asal Sumbar di berbagai daerah di Indonesia.

Belum lagi, menurut Audy, teknologi dan pelayanan yang dimiliki Bank Nagari saat ini juga sudah mampu bersaing dengan perbankan nasional. Seperti Nagari mobile banking yang sudah sangat user friendly.

"Banyak yang belum tahu, teknologi Bank Nagari sekarang sudah bersaing dengan bank-bank lainnya. Dengan potensi rantau, Bank Nagari punya peluang bisa menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia," tegasnya.

Untuk konversi, Audy mengapresiasi keseriusan Bank Nagari. Dia menilai, ekonomi syariah adalah masa depan yang sudah terbukti akan menjadi pasar menarik.

Berkaitan dengan konversi ke bank umum syariah itu, Benni Warlis mengungkapkan, dari 16 persyaratan yang harus dipenuhi, terdapat beberapa syarat yang masih belum rampung.

Di antaranya pengajuan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang sudah direkrut, pembahasan peraturan daerah (Perda) konversi Bank Nagari serta penyertaan 51 persen modal oleh salah satu pemegang saham.

"Yang penting komitmen dari pemerintah provinsi, sehingga proses administrasi bisa berjalan. Persyaratan bisa kita penuhi dengan komitmen itu," ungkap Benny Warlis.

Setoran 51 Persen Saham

Direktur Utama Bank Nagari, Muhammad Irsyad menyampaikan, harapan konversi Bank Nagari sesuai amanah RUPS tersebut tertumpang pada komitmen pemerintah provinsi.

"Untuk mencapai 51% itu tentu perlu komitmen dan kerja keras. Ini adalah bank dan konversi ini adalah keputusan bisnis, ada proses yang harus dilalui dengan kerjasama secara profesional dari semua pihak yang terlibat," jelas Irsyad.

Di samping itu, ia mengatakan meski proses masih panjang, Bank Nagari tetap melakukan pengembangan core banking dan akan segera diimplementasi dan berjalan untuk operasional bank syariah nanti. Selain itu juga sudah mulai dilakukan pelatihan-pelatihan dan sertifikasi di bidang perbankan syariah bagi karyawan Bank Nagari. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar