Proyek Gerbang Masuk Baru Digagas Pemprov Sumbar, Temanya Tikuluak Tanduak dan Kurambiak

Al Imran | Sabtu, 04-06-2022 | 20:09 WIB | 69 klik | Kota Padang
<p>Proyek Gerbang Masuk Baru Digagas Pemprov Sumbar, Temanya Tikuluak Tanduak dan Kurambiak<p>

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy memaparkan rencana pembanguan gerbang masuk baru di 8 pintu masuk Ranah Minang, dalam pertemuan dengan BUMN dan perusahaan swasta yang tergabung dalam forum CSR Sumbar, di Padang, Jumat. (humas)

PADANG (3/6/2022) - Pemprov akan membangun gerbang batas baru di delapan titik pintu masuk Sumatera Barat yang berada pada tujuh kabupaten. Tema dari gerbang itu mengambil filosofi Tikuluak Tanduak. Proyek pembangunan ini dirancang sebagai salah satu sarana mendukung Visit Beautiful West Sumatera 2023.

Direncanakan, pembangunan gerbang batas ini nantinya akan melibatkan dana hibah dari program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN maupun perusahaan swasta yang ada di Sumatera Barat. Pada tahap awal, pembangunan akan diprioritaskan pada tiga titik batas yang berada di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota, Kecamatan Sungai Rumbai (Dharmasraya) dan Kecamatan Silaut (Pesisir Selatan).

"Kita menawarkan pada perusahaan yang ada di Sumatera Barat untuk jadi sponsor. Saya rasa ini adalah kolaborasi yang sangat baik, antara pemerintah provinsi dengan berbagai stakeholder, khususnya dari dunia usaha," kata Wagub Sumbar, Audy Joinaldy dalam pertemuan dengan BUMN dan perusahaan swasta yang tergabung dalam forum CSR Sumbar, di Padang, Jumat.


Dijelaskan Audy, pemilihan desain gerbang batas yang akan dibangun didasari pada filosofi yang menyimbolkan keberanian dan ramah tamah. Dimana, bangunan itu nantinya berupa Tikuluak Tanduak dengan motif tenun khas Minangkabau, yang diapit enam tiang berbentuk Kurambik, senjata tradisional khas Minangkabau.

Sementara, Ketua Forum CSR Sumatera Barat, Muhammad Ikrar yang hadir bersama 10 BUMN dan perusahaan swasta, menyampaikan bahwa pada prinsipnya BUMN maupun perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR Sumbar mendukung kerjasama yang ditawarkan Pemprov.

"Pada prinsipnya kami mendukung dan ingin berpartisipasi, namun untuk kerjasama ini tentu masih perlu pengkajian lebih lanjut mengenai DED maupun bentuk kerjasama seperti apa, kan ada perusahaan yang mau melakukan pendanaan sendiri ada juga yang mau sharing cost," ujarnya.

Diketahui berdasarakan detailed engineering design (DED) sementara, pembuatan masing-masing gerbang batas diperkirakan akan menelan biaya Rp600 juta.

Sedangkan kerjasama yang ditawarkan Pemprov pada calon sponsor, dengan skema pendanaan bangunan serah; bangun guna serah; bersama bangun serah dan bersama bangun serah.

Semua peluang ini akan dibahas lebih lanjut bersama perusahaan yang akan bekerjasama. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar