Tanah Datar Mundur, Padang Panjang Diduetkan dengan Padang jadi Tuan Rumah Porprov XVI

Al Imran | Senin, 06-06-2022 | 22:41 WIB | 546 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tanah Datar Mundur, Padang Panjang Diduetkan dengan Padang jadi Tuan Rumah Porprov XVI<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat memimpin Rapat Kooordinasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat Tahun 2022, di auditorium Gubernuran Sumbar, Senin. (humas)

PADANG (6/6/2022) - Setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI, ditetapkan akan digelar pada Juni 2023. Kota Padang Panjang dan Kota Padang, disepakati jadi tuan rumah iven tersebut.

Hal ini ditetapkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat memimpin Rapat Kooordinasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat Tahun 2022, di auditorium Gubernuran Sumbar, Senin.

Mengenai pembagian jumlah cabang olahraga yang akan dilaksanakan di kedua kota tersebut, serta jadwal pelaksanaan Porprov, akan dibahas lebih lanjut oleh kedua kepala daerah bersama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar.


Sebelumnya, dalam sambutan saat pembukaan Rakor, Mahyeldi mengatakan, pemilihan tuan rumah Porprov XVI, sebelumnya telah dilakukan saat Rakor di Kepulauan Mentawai pada pertengahan Maret lalu.

Saat itu, kesepakatannya Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar. Namun Kabupaten Tanah Datar menyatakan pengunduran diri dengan alasan ketidaksiapan anggaran.

"Oleh sebab itulah perlu dibahas dalam Rakor ini, tentang bagaimana kita sepakati bersama siapa yang akan menjadi tuan rumah Porprov XVI setelah Tanah Datar secara resmi menyatakan pengunduran diri akibat ketidaksiapan anggaran."

"Sementara, Padang Panjang tetap bersedia untuk 18 cabang olahraga," ujar Mahyeldi.

Dalam sesi rapat, Kadispora Sumbar, Dedy Diantolani awalnya menyampaikan 3 alternatif solusi. Pertama, Padang Panjang dengan kabupaten/kota lain.

Kedua, Padang Panjang sebagai pelaksana tunggal, jika tidak bersedia, maka dipersilahkan bagi daerah yang bersedia.

Ketiga, KONI Sumbar sebagai penyelenggara yang menunjuk Pengprov dan venue cabor.

Dikesempatan itu, Wali Kota Solok, Zul Elfian menyampaikan usulan, agar Porprov tidak ditunda lagi dengan Padang Panjang tetap sebagai tuan rumah utama, selebihnya dibagi ke daerah terdekat.

Sementara, Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran menyatakan kesiapan sebagai penyelenggara dengan jumlah 18 cabor dengan alasan keterbatasan venue.

Gubernur akhirnya mengusulkan dua opsi, yaitu Padang Panjang dengan Kota Padang atau Padang Panjang dengan KONI.

"Terkait venue yang menjadi pengelolaan provinsi bisa digunakan. Sarana venue lain juga ada. Intinya, dengan kerjasama dan saling sinergi, mudah-mudahan Porprov 2023 bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan sukses," harap Mahyeldi.

Ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov, Wali Kota Padang, Hendri Septa menyatakan kesiapannya untuk bersinergi.

"Kita siap bersinergi, namun butuh dukungan dari provinsi. untuk beberapa venue, Kota Padang sudah siap," ujar Hendri.

Dengan adanya penetapan tuan rumah tersebut, Plt Ketua KONI Sumbar, Hamdanus menyambut gembira dan berharap pelaksanaan Porprov untuk tahun 2023 tidak akan tertunda lagi.

Selain Porprov, melalui Rakor ini juga dibahas soal pengolahan sampah di Sumbar, bagaimana mengurangi timbunan sampah di TPA, Kemacetan yang tidak hanya jalan negara dan provinsi namun hingga jalan nagari, hingga rencana reaktivasi kereta api.

Terakhir, juga dibahas mengenai dukungan Pemda terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.

Diperlukan pembagian peran antara provinsi dengan kabupaten dan kota serta perlunya menyiapkan dana cadangan dalam rangka mendukung suksesnya penyelenggaraan pesta politik tersebut. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar