KPID Surati Kemenkominfo untuk Tunda ASO di Sumatera Barat, Ini Alasannya

Al Imran | Kamis, 09-06-2022 | 23:03 WIB | 217 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>KPID Surati Kemenkominfo untuk Tunda ASO di Sumatera Barat, Ini Alasannya<p>

Ketua KPID Sumatera Barat, Dasrul.

PADANG (9/6/2022) - Ketua KPID Sumatera Barat, Dasrul menyebut, telah melayangkan surat permintaan untuk menunda pelaksanaan migrasi siaran televisi analog ke siaran televisi digital sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

"Kita bukannya tak mau mendukung pemerintah pusat. Kesiapan penyelenggara multipleksing itu yang membuat kita terpaksa meminta ditunda. Jika berlanjut sesuai jadwal, bisa-bisa rakyat Sumatera Barat di 11 kabupaten/kota yang terdampak pada gelombang pertama, tak lagi bisa menikmati siaran televisi," ungkap Dasrul di Padang, Kamis.

Penyelenggara multipleksing (atau Penyelenggara MUX) dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 46 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No 6 Tahun 2021 dapat dinyatakan sebagai lembaga penyiaran yang menyediakan siaran televisi digital terrestrial.


Diketahui, penghentian siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) dalam migrasi TV digital, berlangsung dalam tiga tahap yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022 dan tahap ketiga 2 November 2022.

"Tahapan ini tertuang dalam Peraturan Menteri No 11 Tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran," ungkapnya.

Di Sumatera Barat, terdapat 11 Daerah terdampak pada tahap perdana ini. Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman.

Karena ada permintaan secara resmi penundaan, warga masih banyak yang belum sadar tentang pentingnya segera beralih ke siaran digital. Karena, mungkin saja masyarakat tak memiliki informasi yagn memadai tentang ASO yang akan berlaku efektif per 2 November 2022 ini.

Kemudian tahap kedua, 25 Agustus 2022 ada tiga daerah yang terdampak ASO yaitu Payakumbuh, Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan.

Sementara pada tahap ketiga tanggal 2 November 2022, tidak ada daftar daerah di Sumbar.

"Ada lima daerah lagi yang tidak masuk daftar, kalau hasil konsultasi kami dengan Kemenkominfo katanya lima daerah itu secara otomatis dikembangkan oleh pemerintah, jadi lima daerah ini belum terdampak langsung," katanya.

Cara Beralih ke TV Digital

Masyarakat perlu menyesuaikan perangkat TV yang dimilikinya agar bisa menonton siaran TV digital. Jika perangkat TV di rumah sudah ada tuner standar DVB T2 di dalamnya, cukup lakukan scanning ulang saja.

Akan tetapi, jika televisi masih analog dan tidak berencana mengganti pesawat televisi, masyarakat harus menambahkan Set Top Box (STB) DVBT2. Kemudian, merangkaikannya dengan televisi.

Cara menghubungkannya dengan pesawat televisi sangat mudah. Bisa melalui kabel HDMI atau kabel RCA (warna merah, kuning, putih).

Jika sudah terhubung, tinggal mengikuti petunjuk pengaturan dan scan program. Otomatis siaran TV digital bisa tertangkap dan dinikmati di TV analog.

Untuk melakukan pengecekan keberadaan dan kekuatan siaran TV Digital di suatu daerah, masyarakat bisa mengunduhnya melalui aplikasi sinyal TV digital yang tersedia di android/iOS.

Diketahui, Kementerian Kominfo mengajak bersama-sama seluruh bangsa untuk beralih ke TV Digital dan tidak menunda-nunda. Sekalipun jadwal jadwal penghentian siaran TV Analog sebagaimana ketentuan UU No 11 Tahun 2011 tentang Cipta Kerja adalah pada 2 November 2022, beralih ke TV Digital lebih awal, lebih banyak manfaatnya.

Bagi Indonesia yang sangat besar ini, proses migrasi ke TV Digital melibatkan banyak sekali faktor. Karena, proses migrasi ke TV digital atau ASO ini akan melibatkan 697 lembaga penyiaran televisi yang bersiaran dengan terestrial analog dan 44,5 juta rumah tangga yang saat ini menyaksikan secara televisi Analog.

Bagi masyarakat yang mampu bisa mulai membeli, memasang STB, bermigrasi ke TV Digital sekarang dan menikmati beragam manfaatnya. Bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya. Gratis menontonnya, tidak perlu biaya langganan atau pulsa. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar