Liputan Khusus

Padang Panjang Dicanangkan jadi Kota Statistik dan Kelurahan Cantik 2023

Al Imran | Senin, 13-06-2022 | 19:56 WIB | 161 klik | Kota Padang Panjang
<p>Padang Panjang Dicanangkan jadi Kota Statistik dan Kelurahan Cantik 2023<p>

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Imam Machdi menerima cenderamata dari Wako Padang Panjang, Fadly Amran usai pencanangan Kota Statistik dan Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) tahun 2023, di hall balai kota, Senin. (kominfo)

PADANG PANJANG (13/6/2022) - Kota Padang Panjang dicanangkan sebagai Kota Statistik dan Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) tahun 2023. Pencanangan dilakukan Wali Kota Padang Panjang, H Fadly Amran, yang ditandai dengan pemencetan tombol sirine di Hall Lantai III Balai Kota.

"Pencanangan Kota Statistik adalah bagian dari rentetan progres kegiatan yang telah dilakukan sejak jauh hari. Dimulai dari peresmian Pojok Statistik, Forum Satu Data dan pembuatan website Serambi Data. Sehingga dari hasil kerja keras itu semua, kita dapat mencanangkan Kota Padang Panjang sebagai Kota Statistik pertama di Indonesia," kata Fadly saat memberikan sambutan, Selasa.

Dia mengungkapkan, pada saat ini data merupakan hal yang sangat eksklusif dan penting dalam menentukan arah pembuatan kebijakan dan pembangunan Kota Padang Panjang ke depan.


"Saat ini, data bisa dibilang sangat penting sekali. Tidak heran, kalau presiden mengatakan data ini sebagai new oil, karena nantinya yang menguasai datalah yang akan menguasai dunia (berjaya). Untuk itu, pemerintah saat ini dituntut untuk harus menguasai data, baik secara nasional maupun secara global," ungkapnya.

Fadly berharap, dengan langkah awal yang diambil Pemerintah Kota ini, nantinya dapat menjadi gerakan bersama khususnya bagi Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Barat. Sehingga nantinyanya Sumatera Barat juga dapat menjadi Provinsi Statistik pertama di Indonesia.

"Mari kita tekankan, jangan sampai pencanangan ini hanya sebatas seremonial belaka, tanpa betul-betul melihat sejauh mana target yang dicanangkan. Jadi saya berharap kerja sama kita semua, bagaimana betul-betul melirik target Kota Padang Panjang yang hari ini telah dicanangkan sebagai Kota Statistik. Saya harap kita semua dapat concern dengan pencanangan Kota Statistik ini," harapnya.

Kombinasi Hybrid

Sementara itu, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Imam Machdi mengapresiasi Kota Padang Panjang yang telah mengambil langkah awal sangat baik, dengan berani mencanangkan diri sebagai Kota Statistik pertama tahun 2023.

Imam mengungkapkan, apa yang telah dilakukan Padang Panjang ini sebenarnya sudah melaksanakan apa yang diarahkan Presiden Joko Widodo. Di mana, paradigma pembangunan yang dulunya sentralistis, bersifat top down, tetapi sekarang dikombinasikan secara hybrid (bottom up).

"Saya sangat apresiasi sekali, khususnya Wali Kota Padang Panjang yang sangat visioner. Di mana untuk membangun suatu negara, daerah/kota itu memang harus berlandaskan dengan data. Data akan menjadi mesin untuk kita menggerakkan berbagai permasalahan mencarikan solusi dalam membangun daerah lebih maju," ucapnya.

Imam menyebutkan, Cinta Statistik ini merupakan program pembinaan sektoral yang dilakukan BPS menuju Satu Data Indonesia. Di mana, presiden telah mengambil keputusan bahwa negara hanya menggunakan satu data. Yakni data dari statistik.

"Kelurahan Cantik, kelurahan-kelurahan tersebut nantinya akan dibimbing BPS dalam pengumpulan, pengolahan dan penyajian data sesuai kaidah data statistik. Melalui bimbingan dari BPS, kita berharap kelurahan dapat menghasilkan data yang lebih baik lagi ke depan," ujarnya.

Ia berharap, ke depan data yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi riil yang ada di masyarakat. Baik dari segi perekonomian, sosial, maupun kependudukan. Sehingga, dengan data yang baik, Pemerintah Kota Padang Panjang dapat membuat arah pembangunan dan kebijakan yang tepat bagi masyarakat.

"Dari program ini, diharapkan di tingkat kelurahan dapat menghasilkan optimalisasi informasi kelurahan berbasis masyarakat. Nanti kelurahan mampu menyusun dan menghasilkan data yang lengkap dan terperinci. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan data di tingkat kelurahan," jelasnya.

Pihaknya meyakini, dengan berbasis geospasial dan statistik, nantinya akan melahirkan data yang berkualitas di Kota Padang Panjang. Ini semua memerlukan komitmen bersama dan program yang berkelanjutan. Sehingga data yang dihasilkan betul-betul data yang tumbuh dan aktual, bermanfaat bagi Pemerintah Kota.

Pada kesempatan tersebut, Imam Machdi didampingi Fadly berkesempatan untuk mengunjungi Command Center di Balai Kota dan Pojok Statistik yang berada di Perpustakaan Daerah Padang Panjang.

Kukuhkan PPID, Bakohumas dan Wali Data

Guna menguatkan peranan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Kota Padang Panjang, petugas PPID Pelaksana, Bakohumas, dan Wali Data resmi dikukuhkan.

Pengukuhan dilakukan Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano dalam kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Kota Statistik dan Kelurahan Cantik, Senin (13/6) di Hall Lantai III Balai Kota.

Dengan dikukuhkannya petugas administrasi PPID Pelaksana, Bakohumas, dan Wali data yang terdiri perwakilan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) ini, Fadly berharap, lebih terbukanya informasi publik di Kota Padang Panjang.

Setiap kegiatan yang di gelar OPD dapat terpublikasi dan terorganisir dengan baik, serta data di setiap OPD dapat tersaji dengan akurat dan transparan.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika (Kominfo), Ampera Salim mengatakan, seiring Kota Padang Panjang telah ditetapkan sebagai Kota Informatif oleh Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat pada akhir 2021 lalu, penting bagi setiap OPD untuk memberikan informasi kepada masyarakat, selagi informasi tersebut tidak rahasia dan boleh dipublikasikan.

Petugas ini, katanya, akan merangkum tiga kinerja tersebut dan mereka harus bisa melayani dengan baik apabila ada orang datang menanyakan informasi di OPD.

"Petugas ini diminta harus cakap dalam berbicara, bisa melayani dengan baik dan tidak menyakiti hati seseorang yang bertanya ke OPD," tuturnya.

Miliki Banyak Potensi

Sebagai kota kecil, Padang Panjang memiliki banyak potensi. Salah satunya Padang Panjang terkenal dengan kota pendidikan, kota literasi, smart city, kota informatif, memiliki pelayanan informasi IT (Command Center-red) serta membangun inovasi berbasis IT untuk meningkatkan pelayanan publik.

Berdasarkan potensi dan pengukuran tersebut, Kepala BPS Kota Padang Panjang, Arius Jonaidi mengatakan, Kota Padang Panjang berpeluang besar untuk menjadi Kota Statistik yang akan diproyeksikan pada tahun 2023 mendatang.

Dikatakannya, ini pun didukung dengan telah diterbitkannya dan dicanangkannya Peraturan Wali Kota (Perwako) No 4 Tahun 2021 tentang Satu Data Kota Padang Panjang dan Keputusan Wali Data No 32 Tahun 2021 tentang Forum Satu Data Kota Padang Panjang.

"Untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat, Padang Panjang juga menjadi kabupaten/kota yang pertama yang menerbitkan peraturan kepala daerah dan mencanangkan wali data," sebutnya.

Arius menyampaikan, apabila menjadi Kota Statistik, Kota Padang Panjang diharapkan memiliki tata kelola data yang lebih baik, mulai dari tingkat kelurahan. Tersedianya database yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses.

Hadir pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota, Asrul, Ketua DPRD, Mardiansyah, Forkopimda, perwakilan Bappeda Sumbar, Dinas Kominfo Sumbar, kepala BPS Sumbar, Sekda, asisten, staf ahli, kepala OPD, camat dan lurah se-Kota Padang Panjang, kepala BPS Padang Panjang serta kepala BPS se-Sumbar. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar