Potensi Ekonomi Kreatif di Siaran Digital, Dasrul: Lindungi Kearifan Lokal dengan Perda Penyiaran

Al Imran | Senin, 13-06-2022 | 20:37 WIB | 179 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Potensi Ekonomi Kreatif di Siaran Digital, Dasrul: Lindungi Kearifan Lokal dengan Perda Penyiaran<p>

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat, Dasrul.

PADANG (13/6/2022) - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat, Dasrul menilai, lahirnya peraturan daerah (Perda) tentang Penyiaran, akan dapat membantu lembaga penyiaran dalam menyajikan konten lokal dengan porsi 10% dari total siaran.

"Juga akan membangun lembaga penyiaran dalam isi konten siaran yang diharapkan dapat bekerjasama dengan konten kreator ataupun sineas di Sumatera Barat," ungkap Dasrul seputar rencana pengajuan Ranperda Penyiaran yang akan diinisasi KPID Sumbar, Senin.

Dikatakan Dasrul, media elektronik diera digital, akan mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk karakter dan perilaku masyarakat. Oleh karena itu, perlu diatur lewat Perda Penyiaran.


"Perda penyiaran, juga akan mengatur kegiatan bersama antara Pemerintah daerah dan KPID Sumbar dalam menyelenggarakan literasi media, untuk membangun masyarakat yang sadar media," terang Dasrul.

"Juga akan menumbuhkan partisipasi masyarakat terlibat bersama mewujudkan siaran sehat, berkualitas dan bermartabat di Sumatera Barat," tambah dia.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Maigus Nasir menilai, usulan Perda Penyiaran sebagai tindaklanjut UU No 32 Tahun 2002, layak untuk segera ditindaklanjuti.

"Dengan adanya Perda Penyiaran, akan memperkuat sistem pengawasan KPID Sumbar sekaligus menciptakan lapangan kerja di dunia penyiaran di Sumbar," ungkap Maigus.

"Saya juga ingin lihat konteks teknis terkait Perda. Sejauh mana bisa direalisasikan, karena saya tidak ingin perda ini jadi normatif saja nanti," jelas Maigus.

Maigus juga akan membawa pokok permasalahan ini dalam agenda rapat untuk melihat Perda Penyiaran ini dapat mencakup regulasi kabupaten kota atau menjadi payung hukum.

"Jika perda yang akan dibuat, mampu mengakomodir kabupaten/kota, maka tidak perlu lagi perda kabupaten/kota. Namun. jika perda yang dibuat nanti bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi, maka kabupaten kota bisa menggunakan perda tersebut sebagai payung hukum," ungkap Maigus.

Perda Penyiaran ini diusulkan, tak lepas dari perubahan siaran analog ke digital yang efektif berlaku di Indonesia per 2 November 2022 mendatang.

Dengan beralihnya ke siaran digital, terbuka peluang untuk terjadinya peningkatan kualitas layanan internet. Hal ini disebutkan akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian.

Boston Consulting Group memperkirakan manfaat dari Digital Dividend dengan peningkatan Internet di Indonesia, dalam lima tahun, akan menghasilkan multiplier effect yakni 232 ribu penambahan lapangan kerja baru, 118 ribu penambahan peluang usaha baru, serta sekitar Rp77 Triliun penerimaan untuk kas negara.

TV Digital ini memiliki kelebihan dibandingkan TV Analog. Siaran TV digital yang menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi akan menghadirkan kualitas siaran yang lebih bagus daripada TV Analog.

TV digital dapat menampilkan siaran yang lebih stabil dan tahan terhadap gangguan seperti suara atau gambar yang rusak.

TV digital dirancang untuk suara dan data, bukan hanya untuk suara saja seperti di TV analog.

TV Digital juga menampilkan suara dan gambar yang jernih meskipun jauh dari pemancar. Hal ini berbeda dengan TV analog, yang mengharuskan pengguna untuk dekat dengan pemancar agar mendapat suara atau gambar yang jernih. Sinyal yang digukanan pun sangat kuat jika dibandingkan dengan TV Analog.

Selain itu, TV Digital sangat memungkinkan lembaga penyiaran mengeluarkan biaya siaran rendah. Hal ini berbeda dengan TV analog yang mengharuskan biaya siaran sangat tinggi.

Sehingga, ketika transformasi digital dimulai, perusahaan penyiaran TV analog harus mengubah ukuran dan sumber daya bisnisnya.

Penghentian siaran TV analog yang dialihkan ke TV digital dilakukan dalam tiga tahap pada tahun 2022. ASO Tahap 1 diterapkan di 56 wilayah siaran di 166 kabupaten/kota pada 30 April 2022. Kemudian berlanjut ASO Tahap 2 di 31 wilayah siaran di 110 kabupaten/kota, dan terakhir ASO Tahap 3 diimplementasikan di 25 wilayah siaran di 63 kabupaten/kota.

TV digital memiliki kelebihan dari pada tv analog. Kelebihan tersebut diantaranya, kualitas gambar dan suara lebih jernih. Teknologi yang digunakan lebih canggih sehingga bisa mengetahui acara yang telah dan akan ditayangkan.

TV Digital juga memiliki layanan interaktif, sehingga penonton bisa memberikan rating secara langsung pada program yang sedang ditayangkan.

Terdapat teknologi parental lock, sehingga orang tua bisa mengatur prorgam sesuai usia anaknya. Ada banyak channel sehingga menambah referensi tontonan. Program siaran berkualitas. Gratis karena tidak membutuhkan kuota internet atau biaya langganan. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar