Ini Arahan Audy Joinaldy di Rakor Pengawasan Orang Asing

Al Imran | Senin, 13-06-2022 | 20:54 WIB | 119 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Ini Arahan Audy Joinaldy di Rakor Pengawasan Orang Asing<p>

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy memberikan arahan pada rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) di Padang, Senin. (humas)

PADANG (13/6/2022) - Kementrian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) di Padang, Senin. Rapat ini terkait diberlakukannya peraturan pelaku perjalanan luar negeri dan persiapan rencana pembukaan kembali rute penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldi dalam arahanny di rapat itu mengatakan, jelang pembukaan kembali rute penerbangan luar negeri, pemerintah harus bersiap sambil terus mengawasi keberadaan orang asing, melalui peningkatan intensitas koordinasi dan soliditas lintas sektor terkait.

"Meski COVID-19 mulai melandai, tapi kewaspadaan tetap harus kita jaga, apalagi saat ini kedatangan wisatawan asing melalui jalur domestik sudah semakin sering kita jumpai," kata Audy.


Dia menerangkan, menuju Visit Beautiful West Sumatera 2023, kedepan akan semakin banyak turis asing yang datang ke Sumatera Barat. Terutama setelah rute penerbangan internasional yang dimulai dari rute Kuala Lumpur-Padang disetujui.

"Sebelumnya, memang sudah dapat izin, tapi baru untuk haji, untuk selain dari itu pengajuan izin untuk membuka entry point sedang diproses. Kita sudah komunikasikan juga dengan Kemenkomarves, Kemenhub, Kumham, BNN dan kementrian terkait lainnya," terang Audy.

Berkaitan dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sumbar, R Andika Dwi Prasetya menyampaikan, pengajuan entry point tersebut saat ini sudah diproses di Dirjen Imigrasi dan sedang dalam pembahasan dengan BNPB.

Sejalan dengan pengajuan yang tengah diproses, ia juga mengatakan jajaran imigrasi Kanwil Sumbar bersama Tim PORA terus meningkatkan komitmen terhadap pengawasan orang asing.

"Jajaran imigrasi Kanwil Sumbar terus meningkatkan komitmen UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan prinsip orang asing harus terus berada dibawah pengendalian dan pengawasan melalui kolaborasi dengan sesama pengemban amanat UU tersebut," kata Andika.

Andika menjelaskan, saat ini terdapat 635 orang asing di Sumatera Barat, sebanyak 475 orang berada di Kota Padang dan 160 orang di Kabupaten Agam.

Melalui rapat koordinasi Tim PORA yang menjadi momentum penyamaan persepsi dan saling berbagi informasi lintas sektor tersebut.

Ia berharap, Tim PORA Sumbar dapat memastikan kehadiran orang asing memberikan dampak positif, serta terus mengamankan daerah dari dampak negatif keberadaan orang asing.

"Mudah-mudahan keberadaan orang asing bisa membawa manfaat. Bila dalam dua terakhir ini konsentrasi pengawasan kita untuk menghadapi problem global COVID-19, Insya allah ke depan kita mulai bergerak agar bagaimana kedatangan orang asing dapat membantu menggerakkan roda ekonomi, terutama melalui investasi dan pariwisata di Sumatera Barat," lanjutnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri 27 perwakilan stakeholder Tim pengawasan orang asing, terdiri dari Kumham, perwakilan Polda Sumbar, Badan Intelijen Daerah, Kejaksaan Tinggi, BNN, Korem 032/Wbr, Lantamal II, Lanud Sutan Sjahrir, Kesbangpol dan lainnya.

Selain penerbangan luar negeri rute Kuala Lumpur-Padang, pemerintah juga mendorong maskapai untuk kembali membuka jalur penerbangan domestik yang sebelumnya ditutup akibat pandemi COVID-19, seperti Yogyakarta dan Bandung, agar semakin banyak titik masuk kedatangan menuju Sumatera Barat. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar