Peringatan Perang Mangopoh, Wakil Bupati: Siti Mangopoh Layak jadi Pahlawan Nasional

Al Imran | Rabu, 15-06-2022 | 20:46 WIB | 57 klik | Kab. Agam
<p>Peringatan Perang Mangopoh, Wakil Bupati: Siti Mangopoh Layak jadi Pahlawan Nasional<p>

Bupati Agam, Andri Warman didampingi Irwan Fikri (Wabup) dan Forkopimda, apel renungan suci di Taman Makam Pahlawan Siti Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu pukul 00.00 WIB. (humas)

AGAM (15/6/2022) - Bupati Agam, Andri Warman bersama Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri melaksanakan apel renungan suci di Taman Makam Pahlawan Siti Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Rabu pukul 00.00 WIB.

Kegiatan yang dipimpin inspektur upacara, Komandan Kodim 0304 Agam, Letkol Arh Yosip Brozti Dadi itu, turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Agam.

Meski diwarnai rintik hujan, pelaksanaan seremoni mengenang jasa para pahlawan Manggopoh itu berlangsung khidmat.


Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati peristiwa Perang Manggopoh setiap tanggal 15 Juni. Selain itu, apel renungan suci ini juga bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan Perang Manggopoh, yang gugur dalam perjuangan merintis kemerdekaan.

Pada kesempatan tersebut, Andri Warman mengatakan, renungan suci yang dilaksanakan ini adalah semata-mata demi mengenang jasa pahlawan Perang Manggopoh.

"Karena dengan pengorbanan dan perjuangan Siti Manggopoh dan pahlawan perang Manggopoh lainnya yang berjuang untuk Republik Indonesia 114 tahun yang lalu," ujarnya.

Selanjutnya, disampaikan Andri Warman, sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, mari kita pelajari sejarah mengenai perjuangan beliau pada masa penjajahan Belanda.

"Minimal setiap tahun kita harus mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah mendahului kita," tuturnya.

Layak Pahlawan Nasional

Sementara, Irwan Fikri menyebut, Perang Manggopoh bukanlah perlawanan lokal anak nagari semata, melainkan perlawanan rakyat Minangkabau.

"Jika kita kaji perjuangan para tokoh pejuang Perang Manggopoh ini, sesungguhnya layak jadi pahlawan nasional," ujarnya saat jadi Irup peringatan Perang Manggopoh ke-114, di halaman Kantor Camat Lubuk Basung.

Satu sosok pahlawan paling mengemuka dari perang yang terjadi 1908 silam itu adalah Mandeh Siti Manggopoh. Secara fisik, Mandeh Siti langsung menyerang bala tentara penjajah.

Hanya bersenjatakan bambu runcing, Mandeh Siti tak gentar menghadapi penjajah yang miliki persenjataan lengkap waktu itu.

"Dalam konteks sejarah perang merintis kemerdekaan Indonesia, Mandeh Siti telah berjuang menyamai bahkan melebihi para perempuan pejuang se-zaman dengannya," sebut Irwan.

Rentang waktu 114 tahun, membuat semakin jauh dari peristiwa Perang Manggopoh, masa dan waktu telah berganti.

"Kini kita hidup dalam kemerdekaan sebagai buah dari pengorbanan para pejuang dulu. Namun sedikit pun kita tidak boleh lupakan sejarah ini," katanya.

Irwan Fikri mengajak masyarakat, agar esensi Perang Manggopoh harus terus diperlihara dan diwariskan dari generasi ke generasi, salah satunya dengan memperingati sejarah ini setiap tahunnya.

"Sebab hanya sepenggal do'a lah yang dapat kita kirimkan, setiap pahlawan tidak pernah meminta untuk dihargai dan dikenang, tapi kewajiban kita untuk menghargai dan mengenangnya," tukas Irwan Fikri. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar