TVRI, ANTV dan Metro TV jadi Penanggungjawab Penyelenggara MUX di Sumatera Barat

Al Imran | Rabu, 15-06-2022 | 22:12 WIB | 196 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>TVRI, ANTV dan Metro TV jadi Penanggungjawab Penyelenggara MUX di Sumatera Barat<p>

Ilustrasi.

PADANG (15/6/2022) - Tiga stasiun televisi ditetapkan pemerintah sebagai penyelenggara multipleksing (Penyelenggara MUX) di Sumatera Barat.

"LPP TVRI serta stasiun televisi ANTV dan Metro TV, merupakan penyelenggara mux di Sumbar. Ketiganya lah yang memiliki tanggungjawab lebih besar menyukseskan pergantian sistem siaran analog ke digital di Sumatera Barat," ungkap Komisioner KPID Sumbar, Robert Cenedy di Padang, Rabu.

Dalam Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2021 serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No 6 Tahun 2021, penyelenggara mux dapat dinyatakan, sebagai lembaga penyiaran yang menyediakan siaran televisi digital terrestrial.


Ia merupakan lembaga yang terlibat dalam 'penyelenggaraan layanan dengan menggunakan infrastruktur multipleksing yang menggabungkan dua program siaran atau lebih melalui slot yang merupakan bagian dari kapasitas multipleksing untuk dipancarkan melalui media transmisi terestrial dan diterima dengan perangkat penerima siaran.

Sebelumnya, dalam Permenkominfo No 22 Tahun 2011, istilah ini dikenal dengan nama sejenis, yaitu Lembaga Penyiaran Penyelenggara Penyiaran Multipleksing (LPPPM/LP3M).

Namun, pencabutan Permenkominfo No 22 Tahun 2011, akibat putusan di Mahkamah Agung sendiri menyebabkan istilah ini ditinggalkan dalam peraturan penggantinya yaitu Permenkominfo No 32 Tahun 2013 dan diganti menjadi Penyelenggara Penyiaran Multipleksing.

Sebagai penyelenggara mux, ketiganya menerima bergabungnya stasiun televisi lain yang bertransformasi ke siaran digital. Pembagiannya sebagai berikut:

30 UHF (MUX TVRI)

Alamat : Gunung Padang.

  • 1. TVRI Nasional
  • 2. TVRI Sumatera Barat
  • 3. TVRI Word
  • 4. TVRI Sport
  • 5. Padang TV
  • 6. RTV
  • 7. NET TV

40 UHF (MUX VIVA GROUP)

Alamat : Dekat Panti Asuhan Anak Mentawai Gadut.

  • 1. ANTV
  • 2. TvOne
  • 3. RCTI
  • 4. MNCTV
  • 5. GTV
  • 6. iNews
  • 7. TransTv
  • 9. Trans7

42 UHF (MUX Metro TV)

Alamat : Karang Putiah Indarung

  • 1. Metro TV
  • 2. SCTV
  • 3. Indosiar

Melalui ketiga penyelenggara mux ini, masyarakat Sumatera Barat akan dapat menikmati siaran digital. Dikutip dari berbagai sumber, inilah cara agar televisi Anda bisa menangkap siaran digital.

  • Belilah set top box di toko elektronik dengan kisaran harga minimal 200 ribu atau lebih.
  • Belilah antena TV yang baru tetapi antena lama juga bisa digunakan.
  • Pasanglah set tv box tadi dengan mengikuti petunjuk yang ada di dalam kardusnya.
  • Dari antena luar dihubungkan memakai kabel antena ke set top box.
  • Dari set top box dihubungkan dengan kabel HDMI ke televisi yang ada colokan HDMI nya juga.
  • Setelah semua terpasang, nyalakan set top box dan televisi anda.
  • Setelah tv menyala, cari menu HDMI di layar TV dengan bantuan remote dengan tombol source
  • Pilih dan Klik menu HDMI dengan remote, maka layar TV anda sudah masuk ke mode HDMI.
  • Selanjutnya anda tinggal mencari siaran dengan menekan tombol menu pada remote televisi.
  • Pada mode menu akan ada beberapa pilihan. Diantaranya mencari siaran secara otomatis.
  • Klik mencari siaran secara otomatis maka televisi akan mencari siaran yang bisa tertangkap dari wilayah itu.
  • Setelah selesai, maka kini anda bisa menikmati siaran televisi digital yang gambarnya jernih tanpa bintik semut.

Lima Alasan TV Analog Dimatikan

Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan, setidaknya ada lima urgensi alasan TV analog dimatikan. Hal itu dikatakannya pada kegiatan Diskusi Publik Virtual Sosialisasi Analog Switch Off (ASO), Ahad (12/6/2022).

Niken menjelaskan urgensi alasan tersebut:

  • 1. Kepentingan publik untuk mendapat penyiaran yang berkualitas

Niken mengatakan, gambar visual pada siaran TV digital lebih bersih.

"Suara yang dipancarkan dari TV digital juga tetap jernih walaupun hujan," ujar Niken.

Selain itu, Niken menginformasikan, jumlah channel dari siaran TV digital lebih banyak dibanding TV analog.

Berdasarkan laporan masyarakat, yang awalnya TV analog hanya ada 6 channel, dengan TV digital bisa mendapatkan lebih dari 20 channel.

  • 2. Efisiensi penggunaan frekuensi

Efisiensi yang dimaksud guna untuk mendorong ekonomi digital dan di era 4.0.

"Sekarang di Indonesia ada 696 stasiun televisi. Kalau siaran TV analog, masing-masing TV ini membutuhkan satu frekuensi," ujar Niken.

Lebih lanjut Niken mengatakan, padahal frekuensi tersebut sangat terbatas dan tidak bisa diperluas.

  • 3. Penataan frekuensi guna mendorong ekonomi digital

Selain untuk mendorong ekonomi digital, penataan frekuensi juga dimaksudkan untuk perkembangan industri di era 4.0.

Niken menginformasikan, dari angka stasiun televisi tersebut, kalau ditata berarti hanya membutuhkan sepersepuluh frekuensi saja.

"Sisanya bisa digunakan untuk memperluas akses internet," ujar Niken.

Niken memastikan, apabila tidak ditata frekuensinya, mala tidak akan bisa lagi memperluas akses internet.

Oleh karena itu, Niken mengimbau untuk menata ulang frekuensi tersebut. Karena pada TV digital, satu frekuensi bisa digunakan antara 6 hingga 12 stasiun TV.

  • 4. Ketersediaan digital deviden

Adanya ketersediaan digital deviden tersebut berguna untuk alokasi frekuensi broadband 5G yang akan digunakan.

Niken menginformasikan, setelah ditata, sisa frekuensi itu nantinya kemudian dikembalikan pada negara atau Kementerian Kominfo untuk digunakan telekomunikasi.

"Frekuensi yang awalnya digunakan oleh broadcasting, maka dialihkan ke broadband untuk telekomunikasi, akses internet, early warning system dan lain-lain," ujar Niken.

  • 5. Menghindari sengketa dengan negara-negara tetangga

Urgensi alasan terakhir adalah untuk menghindari sengketa dengan negara-negara tetangga.

Niken mengatakan, sengketa tersebut biasanya disebabkan karena intervensi spektrum frekuensi di wilayah perbatasan.

"Misalnya di perbatasan Entikong antara Indonesia dengan Malaysia. Di situ siaran TV Indonesia malah jarang ditangkap," ujar Niken.

Lebih lanjut Niken menginformasikan, siaran TV yang dinikmati oleh masyarakat kebanyakan dari Malaysia.

Hal tersebut akibat peluberan siaran dari negara tetangga yang masuk melewati batas negara.

"Kalau TV digital tidak begini, milik Indonesia ya berarti milik Indonesia. Luar negeri mau siaran di Indonesia ya harus izin dulu. Tidak bisa seenaknya seperti analog," ujar Niken. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar