Anggaran Pembangunan Jalan ke Teluk Tapang Disetujui Rp234 miliar

Al Imran | Kamis, 16-06-2022 | 17:21 WIB | 98 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Anggaran Pembangunan Jalan ke Teluk Tapang Disetujui Rp234 miliar<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi membonceng motor trail saat meninjau jalan ke Pelabuhan Teluk Tapang, dalam kunjungan kerjanya ke Pasbar, Rabu. (humas)

PASAMAN BARAT (15/6/2022) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan, pembangunan jalan dan akses jembatan memiliki peran yang penting untuk membangun konektivitas antar-wilayah di Sumbar dalam rangka memperlancar distribusi logistik di Indonesia.

Hal itu dikatakan Mahyeldi usai meninjau melakukan peninjauan dalam rangka percepatan penyelesaian pembangunan jalan Akses Pelabuhan Teluk Tapang dan Simpang Tenggo yang menghubungkan lokasi kebun penghasil CPO (Cruid Palm Oil). Pembangunan infrastruktur jalan tersebut, demi mendukung konektivitas dan kemajuan perekonomian di wilayah Kabupaten Pasaman Barat.

"Keberadaan pelabuhan Teluk Tapang, yang lokasinya tidak jauh dari Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara, akan sangat membantu mudahnya distribusi hasil perkebunan dan pertambangan yang ada di wilayah Pasaman Barat," ungkap Mahyeldi disela peninjauan.


Permohonan pembangunan jalan ke Teluk Tapang ini, sempat diinisasi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan, beberapa waktu lalu.

"Maksud kedatangan kami kemari, untuk melihat bagaimana kesiapan fasilitas yang menunjang teknis kegiatan pengoperasian Pelabuhan Teluk Tapang serta akses jalan menuju ke sana," ujar Mahyeldi di Rumah Dinas Bupati Pasbar, Rabu.

Ia mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk memudahkan akses perusahaan-perusahaan seperti penghasil tambang dan sawit untuk melakukan ekspor ke daerah lain.

"Selain itu juga untuk melihat kesiapan Kapal di Teluk Tapang untuk distribusi pengiriman biji besi ke daerah lain, dan kesediaan Teluk Tapang yang akan membawa Cruid Palm Oil (CPO) dari perusahaan PTPN4 dan dari pabrik-pabrik CPO yang lain," tuturnya.

Selain itu, Mahyeldi menginformasikan, untuk tahun 2022 ini sampai tahun 2024, akan dilaksanakan pembangunan jalan kurang lebih sepanjang 25 kilometer, dari total luas jalan 45 kilomoter. Ia mengatakan, untuk saat ini 20 kilometer jalan sudah siap digunakan.

Selanjutnya, Mahyeldi beserta tim melakukan peninjauan jalan menuju Simpang Tenggo sampai ke Teluk Tapang. Saat menuju Simpang Tenggo, Buya bersama Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto, menggunakan motor trail demi melihat kondisi jembatan putus serta jalan yang dipenuhi lumpur, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melewati daerah tersebut.

Mahyeldi bersama Risnawanto, selanjutnya menuju perusahaan penghasil Biji Besi, yaitu PT Graminda Mitra Kesuma. Saat menuju kesana, banyak rintangan yang menghadang mulai dari motor trail yang ditumpangi gubernur dan Wabup sempat mati, saat menyebrangi beberapa sungai.

Setelah melakukan pengecekan kesiapan dan prasarana yang mendukung jalannya perusahaan penghasil Biji Besi tersebut, selanjutnya Mahyeldi dan Risnawanto melakukan pengecekan ke Pelabuhan Teluk Tapang dan melanjutkan perjalanannya kembali ke Air Bangis dengan menggunakan kapal laut.

Melihat kondisi jalan menuju pelabuhan yang cukup parah tersebut, pihaknya mengatakan sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp234 miliar, yang dilakukan secara multi years sampai di tahun 2024.

"Mudah-mudahan di tahun 2022 ini perbaikan jalan bisa langsung di eksekusi, karena pengerjaan proyek ini sudah masuk ke tahap tender," ujarnya.

Terakhir, Mahyeldi berharap, Pelabuhan Teluk Tapang dapat menjadi ujung tombak Sumatera Barat untuk menggerakkan pertumbuhan perekonomian khususnya di Pasaman Barat. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar